Archive for ‘Kedokteran & Kesehatan’

August 26, 2012

Pemeriksaan Penunjang Bedah Saraf

by casualH.R.R.

RADIOLOGI

Foto Polos Tengkorak

Pada keadaan normal, pada foto polos tengkorak dapat terlihat :

1. Jejas arterial

2. Jejas vena

3. Jejas sutura

4. anak < 12 tahun –>  “digital marking”, bila terdapat digital marking pada orang dewasa dan juga dekstruksi prosesus klinoideus posterior, maka menandakan peninggian TIK yang lama.

Dalam plain foto ini, yang perlu diperhatikan :

1. Bentuk kepala

2. Ukuran kepala

3. Penebalan

4. Asimetri

5. Kalsifikasi

6. Dekstruksi, dll

August 26, 2012

Bedah Saraf-Introduction

by casualH.R.R.

Pemeriksaan Bedah Saraf

pemeriksaan neurologi–> anamnesis –> keluhan, RPD,RPS, Riw penyakit keluarga. perhatikan sikap dan tingkah laku si penderita selama wawancara.

keluhan diperinci : ex : Sakit kepala, bagaimana sakitnya? lokalisasi sakitnya? penjalarannya?

Sakit kepala di sekitar os.mastoid –> Tumor serebelum atau tumor serebelopontin.

tumor2, abses, tuberkuloma yang mengenai meningea juga kadang2 menyebabkan rasa sakit kepala pada lokasi tertentu. anak anak yang menderita Neduloblastoma pada Tonsila Serebeli atau Tumor Ventrikel IV sering mengalami sakit kepala hebat disertai muntah proyektil (biasanya tanpa rasa mual), hal ini disebabkan karena adanya rangsangan akibat penekanan pada pusat muntah yang letaknya disekitar (sistima) Rektikularis dan Nukleus di Medula Oblongata.

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Neurologis–> Keadaan umum –> fisik penderita –> pemeriksaan saraf-saraf otak, sistem motorik, sistem sensorik, analisis bagian-bagian yang sakit sakit dari saraf otak tersebut, batang otak (brain stem), serebelum, medula spinalis, dan saraf-saraf perifer.

Keadaan Umum —> amati bentuk badan, paras muka (kesakitan?), sikap, posisi duduk, posisi berdiri, gaya berjalan, kelumpuhan, gangguan gerakan lainnya, kesadaran, orientasi, dsb

Kulit

perubahan kulit pada kelainan neurologis, ex : Akromegali –> kulit kering dan kasar. sindroma Cushing –> Striae hiperpigmentasi pada kulit perut dan pantat. Hiperaktivasi saraf simpatis –> kulit basah dan berkeringat banyak, sebaliknya bila Hioaktivasi –> kulit menjadi kering. Van Recklinghausen —> Noduli dan naevi pada kulit. Sturge Weber —> Angioma pada kulit muka. Bourneville Pringle –> Adenoma sebaseum.

Rambut

Penyakit pd daerah pituitari –> perubahan pd rambut dan bulu bulu halus, rambut kepala menjadi lebat dan tebal, bulu ketiak menjadi sedikit dan jarang, perubahan pada rambut kemala. Penderita tumor otak dengan peninggian tekanan intrakranial yang lama juga menimbulkan perubahan2 tersebut karena hipopituitarisme.

Kepala

dalam memeriksa kepala, perhatikan bentuk dan ukurannya, ukuran fontanela (ubun-ubun), keadaan vena (dilatasi vena), benjolan pada kepala, cekungan kepala, pulsasi, dan perubahan abnormal lainnya.

Hidrosefalus pada anak –> ukuran lebih besar dari normal, Macewen Sign ( bila diketuk dengan jari, terdengar seperti kendi yang rengat –> cracket pot resonance)

Mikrosefalus –>kepala lebih kecil dari normal, pertumbuhan otaknya berkurang dari normal, disebabkan suturanya menutup terlalu cepat sehingga terjadi kraniostenosis.

benjolan2 di kepala –> tumor tulang tengkorak, meningioma, dsb

Auskultasi kepala –> aneurisma, malvormasi arterio-venosus, kadang2 terdengar bising atau bruits.

Leher

Bentuk leher abnormal –> leher pendek –> sindroma Klippel Feil, Impresi Basilar, dll

Leher yang kaku (Nuchal Rigidity) –> Meningitis, permulaan Parkinsonisme, Tumor, Impresi Basilar, dan Arnord Chiari Malformation.

Perabaan pada arteri karotis –> sumbatan yg disebabkan penyakit serebrovaskular atau tumor otak.

Perabaan kelenjar tiroid –> tumor tiroid, terutama pada kasus2 yang disangka terdaat tumor pada tengkorak akibat metastasis.

 

Pemeriksaan Fisik Lainnya

pemeriksaan anggota tubuh lainnya (apa ada infeksi, tumor, klainan tertentu) seperti pemeriksaan vertebrae, toraks, abdomen, jantung, pembuluh darah, paru paru (terutama pada usia > 40 tahun sering terjadi kasus tumor otak akibat metastasis dari paru paru).

Pemeriksaan anggota gerak –> penting tahu kebiasaan penderita, apa dia seorang left handed atau bukan, sehingga diketahui hemisfer serebri mana yang dominan.

August 20, 2012

HONK (Hiperosmolar non ketotik)

by casualH.R.R.

HONK

Prinsip Penanganan =

Koreksi

  1. 1.       Fluid loss
  2. 2.       Hiperglikemia
  3. 3.       Elektrolit, hipoK
  4. 4.       Infeksi

 

  1. Resusitasi Cairan dengan NaCl 0.9% atau Asering
  • 2 L /jam à 80 tts/menit selama 8 jam à 50 tts/menit selama 16 jam (dianggap 10% loss cairan tubuh, atau 100 ml/kgBB setengah dlm 6 jam pertama setengahnya lagi dlm 16 jam selanjutnya)

 

 

 Calculated serum osmolarity (mOsm/L) = 2[Na+ + K+ ] + gluc/18 + BUN/2.8

Jika osmolaritas > 330, beri cairan hipotonis à ½ NS

Ketika GDA telah mencapai < 180 mg/dL maka ganti PZ dengan D5-10% – ½ NS

 

  1. Insulinà 24 jam x 4 IU dalam 60 ml PZ à kecepatan 15 ml/jam (6U/jam) à sampai GDA < 180 mg/dL, kemudian kecepatan diturunkan menjadi  5-7.5 ml/jam sampai ketoasidosis hilang.
    1. a.       Nb : harus didahului loading cairan dulu, agar tdk berbahaya dan berfungsi optimal, krn saat disuntik sc tdk diserap ok dehidrasi, lebih baik menggunakan syringe pump dengan kecepatan 0.1 U/kg/jam à
    2. b.       GDA jangan terlalu cepat diturunkan agar tidak terjadi rebound ketosis krn regulasi sentral hormonal dan agar tidak terjadi edema otak karena berpindahnya CES ke CIS terlalu cepat.
    3. Kaliumà bila : K > 6, jangan koreksi
      1. K = 4.5 – 6   koreksi dg    10 mEq/jam KCl
      2. K = 3 – 4.5   koreksi dg    20 mEq/jam KCl
        1. a.       Cek lab elektrolit per-jam dan stop infus KCl jika K > 5, tapi tetap cek lab elektrolit u/ cegah rekuren hipokalemia.

 

  1. Antibiotik à Ceftriaxone 2 x 2 gr
May 15, 2011

Dosis Paracetamol dan Ibuprofen untuk Pediatri

by casualH.R.R.

May 1, 2011

Pengobatan Osteoartritis, Kapan bisa tuntas??

by casualH.R.R.

seperti yang telah diketahui bahwa osteoartritis (OA) adalah suatu penyakit degeneratif dimana terjadi degenerasi tulang rawan sendi dimana yang secara normal permukaannya halus menjadi kasar dan membentuk osteofit (duri) sehingga bila kedua permukaan tulang bertemu dan bergesek dapat terjadi inflamasi dan menyebabkan perasaan nyeri, ngilu, kaku, panas, dan kadang membengkak. normalnya tulang rawan sendi terdiri atas beberapa komponen seperti : 95% air dan matriks ekstrasel, 5% sel kondrosit. semuanya itu berfungsi sebagai shock breaker atau penyangga sehingga saat sendi2 kita gerakkan tidak akan terasa sakit.
Osteoartritis (disebut juga osteartrosis) adalah penyakit degeneratif sehingga semakin lama akan semakin buruk sejalan dengan usia (biasanya menyerang usia2 emas).

Perbandingan tulang rawan sendi normal dan OA


pengobatan dari penyakit ini bertujuan untuk meringankan gejala, mengurangi proses inflamasi (heberden’s and borchards nodes) yang terjadi, memperbaiki struktur sendi, dan memperbaiki aktivitas fisik. selama ini untuk menghilangkan gejala dengan menggunakan obat AINS dan atau kortison untuk menekan rasa sakit dan peradangannya. ada juga dengan menggunakan suplemen visco, kondroitin atau glukosamin/glucosaminehydrochloride baik dalam bentuk gel atau intraartrikular untuk memberikan nutrisi pada tulang rawan sendi, baik glukosamin maupun kondroitin berfungsi untuk merangsang pertumbuhan tulang dan menghambat kerusakan tulang rawan, namun peneliti dari University of Pittsburgh School of Medicine menyebutkan bahwa glukosamin tidak efektif untuk menangani OA, bisa juga dengan injeksi hyaluronic acid, yang lainnya berupa fisioterapi untuk memperbaiki kualitas hidup, dan pencegahan lain seperti mengurangi berat badan, olahraga dan mengurangi aktivitas yang dapat memperburuk penyakit seperti mengangkat beban berat. belum diketahui cara menangani penyakit ini sampai tuntas. Pada beberapa literatur telah ditemukan ekstrak tanaman Rosa canina yang dapat meredakan gejala-gejala osteoarthritis. Galaktolipid (GOPO) yang terkandung di dalam ekstrak Rosa canina terbukti menghambat migrasi sel darah putih ke dalam sendi, sehingga dapat mengurangi terjadinya proses peradangan dan kerusakan sendi. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukukan, penggunaan jangka panjang ekstrak Rosa canina terbukti mampu mengurangi keluhan nyeri dan memperbaiki kualitas hidup pasien OA. namun tanaman ini cuma kebanyakan ada di eropa dan sepertinya belum dipasarkan di negara kita.

rosa canina, harapan baru untuk terapi Osteoartritis


Sulit untuk menjawab pengobatan osteoartritis kapan bisa tuntas?? Karna dibutuhkan banyak penelitian lebih lanjut agar mimpi kita dapat terwujud untuk melewati masa masa tua dengan tenang dan tidak sakit sana sini, karena tidak semua penderita OA bisa menjalani terapi pergantian sendi, atau sel terapi dan stem sel karena terbentur biaya 🙂

May 1, 2011

Masase karotis pada TSV

by casualH.R.R.

pada beberapa literatur menyebutkan bahwa penanganan pertama penderita dengan takikardi supraventrikular (TSV) adalah dengan melakukan masase karotis setelah kemudian bila tidak berhasil dilakukan injeksi adenosin intraventrikular. dan pada literatur lain menyebutkan bahwa masase karotis pada TSV bisa membuat penurunan heart rate secara signifikan (hingga saya pernah membaca contoh kasusnya bahwa dari SVT yang penderitanya udah pingsan akhirnya hanya dengan masase karotis langsung sadar kembali, wew…)
SVT (Supraventrikular Takikardi, atau Paroxysmal supraventricular (atrial) tachycardia) adalah detak jantung teratur, cepat (160 sampai 220 denyut per menit) yang mulai dan berakhir tiba-tiba dan berasal dari jaringan jantung lainnya dibandingkan di dalam bilik jantung.kemungkinan dipicu oleh denyut jantung yang prematur yang secara berulang mengaktifkan jantung dengan denyut keras. terdapat dua jalur elektrik pada batang atrioventricular (sebuah arithmia disebut atrioventricular nodal reentrant supraventricular tachycardia).
hal ini terjadi pada penderita yang kebetulan juga mengalami SVT di ruangan, dia menderita bronkitis kronis dan suspek KP, pada malam itu dia menatakan kepada perawat bahwa dadanya terasa sangat berdebar2 sehingga dari kepala hingga kaki dia merasa gemetaran dan ingin pingsan. dia sangat cemas luar biasa, setelah itu, maka langsung pasang oksigen dan diputuskan untuk mengecek kadar gula darahnya dan juga EKG, setelah hasilnya keluar, gula darah acaknya 160 an, ekg nya menunjukan gambaran SVT (takikardi irama sinus dengan kompleks QRS sempit dan gelombang P tersembunyi).

masase karotis segera dilakukan dengan cara pemijatan di salah satu arteri karotis selama 10 menit dengan maksud untuk merangsang sistem parasimpatis sehingga dapat memperlambat denyut jantung. tiap 5 menit dilanjutkan lagi masase karotis sisi yang berlainan. sebelum dilakukan masase heart ratenya adalah 160, setelah dilakukan masase 10 menit pertama menjadi 120 (HR berkurang), dan karena tidak tersedia adenosin maka tetap dilakukan masase, namun nadi tetap saja 120, namun penderita sudah merasa lebih baik, setelah satu jam kemudian saya mengecek lagi ternyata si istri (yang saya berikan tugas untuk masase) sudah tertidur sedangkan penderita sudah bisa tenang, saya raba nadinya dan berkurang menjadi 110 (dan setengah jam kemudian sudah ingin tidur).

April 25, 2011

Trombositopenia Yang tidak diketahui penyebabnya

by casualH.R.R.

Seorang pasien wanita datang ke ugd, disaat aku lagi enak2nya mau nabung di wc, berderinglah telepon di ruang jaga dan seorang perawat senior memberitahukan akan kedatangannya. setelah tiba di ugd, aku melihat sesosok wanita umur 45 an tahun berperawakan gemuk terbaring tak berdaya dikasur ugd. sudah dalam keadaan terpasang infus (perawatnya tanggap dan jago, hehe), dan sekilas aku ngeliatnya tu mukanya pucat, seperti menderita penyakit metabolik, dan benarlah, setelah kulihat lembar anamnesis di keluhan utama, penderita sedang menderita diabetes melitus dan KP (namun dia mengaku sudah menuntaskan pengobatan 9 bulan). oya, by the way, keluhan penderita ini adalah muntah yang terus menerus, sakit kepala hingga ingin ambruk, namun tidak ada pusing tujuh keliling atau perasaan seperti diatas kapal, ga ada telinga berdenging atau merasa tuli saat serangan, ga ada pandangan kabur, ga ada riwayat penurunan kesadaran. jadi keluhannya adalah muntah terus menerus, sakit kepala dan lemas. itu dirasakan sudah dari 2 hari yang lalu hingga suaminya memutuskan untuk membawa ibu ini ke rumahsakit. tanda vitalnya, nadi takikardi, tensi, respi normal, suhu agak hipotermi. kesadarannya masih bagus. cuma pada konjungtiva dia pucet, lain2 ga ada masalah. dan aku lupa ga nanya kencingnya. untuk itu dalam keadaan darurat obat yang masuk dulu ya ondansentron sama analgesik yang waktu itu aku mikirnya adalah tramadol. ditambah suntikan ranitidin iv. cek lab, darah lengkap, gula darah sewaktu, ureum kreatinin, sgot, pt, dan UL, namun sayangnya Na, K, Cl lagi ga ada. oke setelah beberapa menit ternyata hasil yang duluan keluar adalah GDS yang sebesar 300an. ada juga sih tadi gambaran ekg yang menurutku sih seperti ada gambaran hiperkalemia.
pasien langsung didorong ke ruangan dan aku melanjutkan terapiku diruangan (beda sama RS lain kan sistemnya). untuk gulanya aku tambahkan glimepirid 2 mg 1-1-0 (karna disini cuma ada metformin, dan insulin, metformin efeknya lemah dan lama sedangkan untuk insulin menurutku belum ada indikasi), ditambah neurosanbe injeksi, lalu betahistin 8 mg tablet untuk vasodilator pembuluh darah kepala. agak ribet juga karna pasien ini termasuk dalam asuransi perusahaan yang nama obatnya harus paten in list semua dan aku ga hapal terpaksa mendatangi sang apoteker langsung (knapa ya waktu itu ga kepikiran nelpon, huhh).
dan setelah menjelang maghrib gitu sang laborat memberitahukan hasil lab sementara yang jadi duluan (baik kan sang laboratnya….) dan ternyata eh ternyata, trombositnya cuma 70.000, justru Hb yang aku kira akan rendah kok ya malah normal (malah agak tinggi), leko dan eritnya normal. tuing tuing…….agak bingung seketika. pikiranku langsung mengarah ke trombositopenia et causa ureum hemolitik (karna DM bisa bikin insufisiensi ginjal), tapi ini juga meragukan karna kenapa hanya trombositnya saja, yang lain enggak. dan aku masih ragu dengan hasil Hb nya karna jelas2 dari konjungtivanya dia pucet.

April 24, 2011

Malaria Vivaks Yang Menyerupai Malaria Berat?

by casualH.R.R.


lama aku ga nyentuh blog ini, setelah disibukkan oleh jadwal jaga yang sebenarnya nggak padat2 amat tapi cukup dapat menguras emosi dan tenaga, sebenarnya ada beberapa hal yang ingin kusharing, salah satunya tentang pengalamanku dengan pasien malaria yang mungkin bagi kalian biasa aja, tapi menurutku cukup bikin penasaran. jadi sekitar minggu lalu aku jaga malam di sebuah rumahsakit, ga ada pasien hingga abis ashar datanglah sebuah mobil ambuilance membawa seorang pemuda yang sudah kacau kesadarannya. setelah dibaringkan diatas bed, aku langsung periksa tanda vitalnya, dia sangat panas (39,8 derajat celcius), badannya semua kaku karna kejang (tp ga ada riwayat epilepsi), nadi kuat, tensi normal, respi cepat, dan intinya nih ya, setelah dianamesis semua2 akhirnya diagnosis mengarah ke malaria gitulah, apalagi dia baru pulang dari papua. karena berontak ga karuan terpaksa dikasi diazepam 1 ampul, agak tenang dikitlah, langsung aja kasi antipiretik injeksi trus pasang infus sambil cek gula darah acak, eh, ternyata gulanya rendah, cuma 76 gr/dl….wah, pikirku ini uda masuk kriteria malaria berat. sementara tunggu hasil lab aku cari list obat yang ada diapotek rs dan ga ada yang namanya obat2 ACT, adanya ya cuma kina oral, klorokuin, sama sufadoksin-pirimetamin (disitu adanya merk suld*ks), mana apotek sekitar jauh banget dan juga ragu2 kalo ada ACT disitu krn kota ini bukan daerah endemis…..sempat terpikir dibenakku buat ngonsulin pasien ini ke rs yang lebih besar. dan, setelah hasil lab keluar, ternyata hasilnya ditemukan parasit malaria vivaks (+), nah lho?
aneh juga, untuk seukuran malaria vivaks tapi bisa bikin gejala seperti layaknya malaria falsiparum, yang memenuhi beberapa kriteria malaria berat (penurunan kesadaran, hiperpireksia, hipoglikemia), ragu juga ini hasil labnya beneran atau salah. ah, yang penting udah agak tenanglah kalo di lab itu malaria vivaks, jadi keputusan akhirnya mengobati pasien dengan suld*ks yang berisi sufadoksin 500mg dan pirimetamin 25mg, diberi 3 pil sekaligus dosis tunggal, selain itu ditambahin obat2 simtomatis lainnya.
setelah beberapa jam, panasnya mulai turun, gula darahnya sudah normal, dan dia sudah bisa berinteraksi dengan keluarganya, dan seolah2 sudah sembuh dengan cepatnya. besoknya, setelah di cek DDR ternyata parasitnya sudah tidak ada, hal itu tetap dilakukan sampai hari ke 3 dan akhirnya pasien diijinkan pulang setelah diyakini sembuh.
cukup menarik, dari sini bisa disimpulkan bahwa malaria vivaks juga dapat memberikan gejala menyerupai malaria falsiparum, namun yang membedakannya dengan malaria falsiparum adalah respons yang cepat dan baik terhadap pengobatan.

April 17, 2011

Onikolisis

by casualH.R.R.

Onikolisis, sering terjadi pada anak-anak yang membersihkan kuku dengan cara yang salah (biasanya pada anak2 yg ingin kukunya panjang)


sewaktu sedang berpoli dipeskesmas, ada seorang ibu-ibu membawa anak perempuan yang kalo ga salah umurnya sekitar 10 tahun. kemudian sang ibu menunjukkan jari-jari anaknya dimana kukunya tumbuh secara tidak wajar. setelah dicermati ternyata pada kuku tersebut (dijari tengah, telunjuk, dan jempol, pada tangan kanan, dan dijari telunjuk, ma jempol tangan kiri) berwarna putih susu, tampak rapuh dan pada peralihan kuku dengan perlekatan pada kulit terdapat garis berwarna merah, pertumbuhan kuku tersebut juga agak mengarah keluar(kurang menempel pada daging), nyeri dan tidak gatal. setelah cek para cek, ternyata si anak ingin memanjangkan kukunya dan terbiasa membersihkan kotoran di sela2 kuku dengan menggunakan tusuk gigi (ga tau bekas atau baru, pas kutanya sih katanya yang baru), kadang dengan kayu. setelah tau kukunya mulai tumbuh dengan ga normal, sang ibupun mulai memotongnya, namun kemudian kuku yang berwarna putih susu itu tetap tumbuh, dan garis merah pada peralihan kuku sehat dan kuku yang sakit tetap ada. lalu sang ibu seseringmungkin mencuci tangan anaknya dengan sabun dan mengobatinya dengan salep (yang dia lupa namanya) namun tidak kunjung membaik, dan berlangsung kurang lebih sebulanan.
Lalu, setelah melihat dari anamnesa dan pemeriksaan fisik, maka disimpulkan bahwa sang anak menderita Onikolisis sekunder disertai paronikia.
Onikolisis merupakan pemisahan lempeng kuku dari dasar kuku. Bila seluruh kuku terpisah, disebut onikomadesis. Daerah yang terpisah berwama pucat disebabkan karena kehilangan refleksi cahaya dari dasar kuku. Banyak keadaan yang dapat menyebabkan onikolisis, onikolisis merupakan satu dari gejala kuku , yang tersering terjadi. Penyebab onikolisis ini dapat dikelompokkan sebagai berikut : a) Kelainan dennatologik : psoriasis, infeksi jamur, dermatitis b) Penyakit sistemik : gangguan sirkulasi, hipertiroidism, yellow nail syndrome c) Trauma : trauma minor, kasus karena kerja kimiawi : kosmetik kuku, fluorourasil 5% topikal pada ujung jari. Pengobatan : Pasien dianjurkan untuk memotong sebanyak mungkin kuku yang lepas dan memberi sulfasetamid 15% dalam alkohol 50% atau preparat steroid topikal yang mengandung antibiotik dan nistatin pada dasar kuku dua atau tiga kali sehari, atau menggunakan mikonasol hidrokonison him. Perlekatan kembali lambat dan kuku yang terlepas harus dipotong kembali beberapa kali bila perlu. Tujuan pengobatan adalah untuk mencegah infeksi menjadi menetap di bawah kuku yang terlepas, karena ini menyebabkan penebalan dasar kuku dan mencegah perlekatan kembali. Timol 4% dalam khloroform dianjurkan untuk mencegah infeksi dan maserasi lebih lanjut dari dasar kuku, tetapi sering pula diberikan timol 2%, selama pasien dapat mentolerir, dan biasanya efektif. (namun obat2 tsb di puskesmas kebetulan tidak ada).
untuk paronikianya (dalam bahasa jawa disebut cantengen) merupakan keluhan yang sering terjadi dan biasanya disebabkan oleh stafilokokus. Keadaan ini dapat didahului oleh trauma lokal, Lesi yang lebih dalam paling baik diobati dengan antibiotika dulu, tetapi bila tidak cepat membaik, diperlukan insisi dengan anestesi, pada penderita ini, lesi masih ringan dan belum terjadi pembentukan pus.
pada penderita ini akhirnya diberikan pengobatan berupa : edukasi untuk merawat kuku dengan benar, memotong kuku yang rusak dan mati, diberikan salep ketokonazol dan antalgin.

April 6, 2011

Siap dengan Efek Samping Kontrasepsi Oral?

by casualH.R.R.

Penglihatan kabur, diplopia, flashing lights,
kebutaan, papilledema
Stroke, hipertensi, masalah pembuluh darah sementara,
trombosis arteri retina
Mati rasa, kelemahan, kesemutan di
kaki, bicara cadel
Hemorrhagic atau thrombotic stroke
Migrain sakit kepala vaskular kejang, stroke
Masa payudara , nyeri, atau bengkak Kanker payudara
Nyeri dada (menjalar ke lengan kiri atau leher),
sesak napas, batuk darah
Emboli paru, miokard infark
Sakit perut, massa hati atau perut tegang,
penyakit kuning, pruritus
Penyakit kandung empedu, adenoma hati,
pankreatitis, trombosis dari arteri atau vena perut
Bercak berlebihan, kanker endometrium, leher rahim, atau perdarahan vagina
Kaki sakit parah (betis, paha), bengkak
Deep-trombosis vena