HONK (Hiperosmolar non ketotik)

by casualH.R.R.

HONK

Prinsip Penanganan =

Koreksi

  1. 1.       Fluid loss
  2. 2.       Hiperglikemia
  3. 3.       Elektrolit, hipoK
  4. 4.       Infeksi

 

  1. Resusitasi Cairan dengan NaCl 0.9% atau Asering
  • 2 L /jam à 80 tts/menit selama 8 jam à 50 tts/menit selama 16 jam (dianggap 10% loss cairan tubuh, atau 100 ml/kgBB setengah dlm 6 jam pertama setengahnya lagi dlm 16 jam selanjutnya)

 

 

 Calculated serum osmolarity (mOsm/L) = 2[Na+ + K+ ] + gluc/18 + BUN/2.8

Jika osmolaritas > 330, beri cairan hipotonis à ½ NS

Ketika GDA telah mencapai < 180 mg/dL maka ganti PZ dengan D5-10% – ½ NS

 

  1. Insulinà 24 jam x 4 IU dalam 60 ml PZ à kecepatan 15 ml/jam (6U/jam) à sampai GDA < 180 mg/dL, kemudian kecepatan diturunkan menjadi  5-7.5 ml/jam sampai ketoasidosis hilang.
    1. a.       Nb : harus didahului loading cairan dulu, agar tdk berbahaya dan berfungsi optimal, krn saat disuntik sc tdk diserap ok dehidrasi, lebih baik menggunakan syringe pump dengan kecepatan 0.1 U/kg/jam à
    2. b.       GDA jangan terlalu cepat diturunkan agar tidak terjadi rebound ketosis krn regulasi sentral hormonal dan agar tidak terjadi edema otak karena berpindahnya CES ke CIS terlalu cepat.
    3. Kaliumà bila : K > 6, jangan koreksi
      1. K = 4.5 – 6   koreksi dg    10 mEq/jam KCl
      2. K = 3 – 4.5   koreksi dg    20 mEq/jam KCl
        1. a.       Cek lab elektrolit per-jam dan stop infus KCl jika K > 5, tapi tetap cek lab elektrolit u/ cegah rekuren hipokalemia.

 

  1. Antibiotik à Ceftriaxone 2 x 2 gr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: