Archive for August, 2012

August 26, 2012

Pemeriksaan Penunjang Bedah Saraf

by casualH.R.R.

RADIOLOGI

Foto Polos Tengkorak

Pada keadaan normal, pada foto polos tengkorak dapat terlihat :

1. Jejas arterial

2. Jejas vena

3. Jejas sutura

4. anak < 12 tahun –>  “digital marking”, bila terdapat digital marking pada orang dewasa dan juga dekstruksi prosesus klinoideus posterior, maka menandakan peninggian TIK yang lama.

Dalam plain foto ini, yang perlu diperhatikan :

1. Bentuk kepala

2. Ukuran kepala

3. Penebalan

4. Asimetri

5. Kalsifikasi

6. Dekstruksi, dll

August 26, 2012

Bedah Saraf-Introduction

by casualH.R.R.

Pemeriksaan Bedah Saraf

pemeriksaan neurologi–> anamnesis –> keluhan, RPD,RPS, Riw penyakit keluarga. perhatikan sikap dan tingkah laku si penderita selama wawancara.

keluhan diperinci : ex : Sakit kepala, bagaimana sakitnya? lokalisasi sakitnya? penjalarannya?

Sakit kepala di sekitar os.mastoid –> Tumor serebelum atau tumor serebelopontin.

tumor2, abses, tuberkuloma yang mengenai meningea juga kadang2 menyebabkan rasa sakit kepala pada lokasi tertentu. anak anak yang menderita Neduloblastoma pada Tonsila Serebeli atau Tumor Ventrikel IV sering mengalami sakit kepala hebat disertai muntah proyektil (biasanya tanpa rasa mual), hal ini disebabkan karena adanya rangsangan akibat penekanan pada pusat muntah yang letaknya disekitar (sistima) Rektikularis dan Nukleus di Medula Oblongata.

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Neurologis–> Keadaan umum –> fisik penderita –> pemeriksaan saraf-saraf otak, sistem motorik, sistem sensorik, analisis bagian-bagian yang sakit sakit dari saraf otak tersebut, batang otak (brain stem), serebelum, medula spinalis, dan saraf-saraf perifer.

Keadaan Umum —> amati bentuk badan, paras muka (kesakitan?), sikap, posisi duduk, posisi berdiri, gaya berjalan, kelumpuhan, gangguan gerakan lainnya, kesadaran, orientasi, dsb

Kulit

perubahan kulit pada kelainan neurologis, ex : Akromegali –> kulit kering dan kasar. sindroma Cushing –> Striae hiperpigmentasi pada kulit perut dan pantat. Hiperaktivasi saraf simpatis –> kulit basah dan berkeringat banyak, sebaliknya bila Hioaktivasi –> kulit menjadi kering. Van Recklinghausen —> Noduli dan naevi pada kulit. Sturge Weber —> Angioma pada kulit muka. Bourneville Pringle –> Adenoma sebaseum.

Rambut

Penyakit pd daerah pituitari –> perubahan pd rambut dan bulu bulu halus, rambut kepala menjadi lebat dan tebal, bulu ketiak menjadi sedikit dan jarang, perubahan pada rambut kemala. Penderita tumor otak dengan peninggian tekanan intrakranial yang lama juga menimbulkan perubahan2 tersebut karena hipopituitarisme.

Kepala

dalam memeriksa kepala, perhatikan bentuk dan ukurannya, ukuran fontanela (ubun-ubun), keadaan vena (dilatasi vena), benjolan pada kepala, cekungan kepala, pulsasi, dan perubahan abnormal lainnya.

Hidrosefalus pada anak –> ukuran lebih besar dari normal, Macewen Sign ( bila diketuk dengan jari, terdengar seperti kendi yang rengat –> cracket pot resonance)

Mikrosefalus –>kepala lebih kecil dari normal, pertumbuhan otaknya berkurang dari normal, disebabkan suturanya menutup terlalu cepat sehingga terjadi kraniostenosis.

benjolan2 di kepala –> tumor tulang tengkorak, meningioma, dsb

Auskultasi kepala –> aneurisma, malvormasi arterio-venosus, kadang2 terdengar bising atau bruits.

Leher

Bentuk leher abnormal –> leher pendek –> sindroma Klippel Feil, Impresi Basilar, dll

Leher yang kaku (Nuchal Rigidity) –> Meningitis, permulaan Parkinsonisme, Tumor, Impresi Basilar, dan Arnord Chiari Malformation.

Perabaan pada arteri karotis –> sumbatan yg disebabkan penyakit serebrovaskular atau tumor otak.

Perabaan kelenjar tiroid –> tumor tiroid, terutama pada kasus2 yang disangka terdaat tumor pada tengkorak akibat metastasis.

 

Pemeriksaan Fisik Lainnya

pemeriksaan anggota tubuh lainnya (apa ada infeksi, tumor, klainan tertentu) seperti pemeriksaan vertebrae, toraks, abdomen, jantung, pembuluh darah, paru paru (terutama pada usia > 40 tahun sering terjadi kasus tumor otak akibat metastasis dari paru paru).

Pemeriksaan anggota gerak –> penting tahu kebiasaan penderita, apa dia seorang left handed atau bukan, sehingga diketahui hemisfer serebri mana yang dominan.

August 21, 2012

PPOK

by casualH.R.R.

Perubahan patologi yang terjadi pada PPOK ( Penyakit Paru Obstruktif Kronik ) diantaranya adalah :

1. Hiperskresi Mukus

2. Disungsi Silia

3. Terbatasnya Aliran Udara dan Hiperinflasi

4. Pertukaran Udara Yang Abnormal

5. Hipertensi Pulmonal dan Efek Sistemik

Tiga faktor penting yang berpegaruh terhadap output motorik sistem pernapasan adalah :

1. Kemoreseptor

2. Mekanoreseptor

3. Faktor Kortikal

 

August 20, 2012

Snake Bite

by casualH.R.R.

Diagnosis :

Keracunan sistemik

  1. Kelainan hemostatik seperti : perdarahan sistemik spontan (klinis), koagulopati atau trombositopenia (laboratoris).
  2. Tanda neurotoksik : ptosis, opthalmoplegia eksternal, paralisis, dll.
  3. Kelainan kardiovaskular : hipotensi, syok, aritmia kordis (klinis), kelainan EKG.
  4. Gagal ginjal : oliguria/anuria (klinis), peningkatan ureum / kreatinin dalam darah (laboratoris).
  5. Hemoglobin/mioglobin-uria : dark brown urine (klinis), urin dipstik, bukti lain adanya hemolisis intravaskular atau generalised rhabdomyolisis (nyeri otot, hiperkalemia)

Keracunan lokal

  1. Bengkak pada lebih dari separuh anggota tubuh yang digigit ular dalam waktu 48 jam setelah digigit (tanpa dipasang torniket). Bengkak setelah gigitan pada jari.
  2. Bengkak yang terjadi dengan cepat (contohnya : bengkak sudah melampaui pergelangan tangan atau kaki dalam beberapa jam setelah digigit ular pada tangan atau kaki).
  3. Adanya pembesaran limphonodi disekitar anggota tubuh yang digigit ular.

Terapi :

  1. SABU (kemasan vial 5 ml)à diberikan secepatnya bila ada tanda sistemik/lokal. Anti bisa ular akan menetralkan efek bisa ular walaupun gigitan ular sudah terjadi beberapa hari atau pada kasus kelainan hemostatik, anti bisa ular masih dapat diberikan walaupun sudah terjadi lebih dari 2 minggu. Ingat rx hipersensitifitas dlm 5 hari krn mengandung antigen (KIE)
    1. a.      Anafilaksis :

                                                              i.      Epineprin (adrenalin) IM (lateral paha atas) à dosis awal 0,5mg (dewasa) dan 0,01mg/kgBB (anak). Adrenalin harus segera diberikan setelah muncul gejala, dapat diulang setiap 5-10 menit jika kondisi tidak membaik.

  1. Luka dicuci untuk menghilangkan bisa ular yang belum teradsorpsi.
  2. Insisi atau eksisi luka tidak dianjurkan, kecuali apabila gigitan ular baru terjadi beberapa menit sebelumnya. (Insisi luka yang dilakukan dalam keadaan tergesa-gesa atau dilakukan  oleh orang yang tidak berpengalaman, justru sering merusak jaringan di bawah kulit dan akan meninggalkan parut luka yang cukup besar).
  3. Anggota badan yang digigit secepatnya diikat à Hambat penyebaran racun.
  4. Imobilisasi anggota badan yang digigit dengan cara memasang bidai à Gerakan otot dapat mempercepat penyebaran racun.
  5. Bila mungkin anggota badan yang digigit didinginkan dengan es batu.
  6. Penderita dilarang bergerak dan apabila perlu dapat diberi analgetika atau sedativa.
August 20, 2012

HONK (Hiperosmolar non ketotik)

by casualH.R.R.

HONK

Prinsip Penanganan =

Koreksi

  1. 1.       Fluid loss
  2. 2.       Hiperglikemia
  3. 3.       Elektrolit, hipoK
  4. 4.       Infeksi

 

  1. Resusitasi Cairan dengan NaCl 0.9% atau Asering
  • 2 L /jam à 80 tts/menit selama 8 jam à 50 tts/menit selama 16 jam (dianggap 10% loss cairan tubuh, atau 100 ml/kgBB setengah dlm 6 jam pertama setengahnya lagi dlm 16 jam selanjutnya)

 

 

 Calculated serum osmolarity (mOsm/L) = 2[Na+ + K+ ] + gluc/18 + BUN/2.8

Jika osmolaritas > 330, beri cairan hipotonis à ½ NS

Ketika GDA telah mencapai < 180 mg/dL maka ganti PZ dengan D5-10% – ½ NS

 

  1. Insulinà 24 jam x 4 IU dalam 60 ml PZ à kecepatan 15 ml/jam (6U/jam) à sampai GDA < 180 mg/dL, kemudian kecepatan diturunkan menjadi  5-7.5 ml/jam sampai ketoasidosis hilang.
    1. a.       Nb : harus didahului loading cairan dulu, agar tdk berbahaya dan berfungsi optimal, krn saat disuntik sc tdk diserap ok dehidrasi, lebih baik menggunakan syringe pump dengan kecepatan 0.1 U/kg/jam à
    2. b.       GDA jangan terlalu cepat diturunkan agar tidak terjadi rebound ketosis krn regulasi sentral hormonal dan agar tidak terjadi edema otak karena berpindahnya CES ke CIS terlalu cepat.
    3. Kaliumà bila : K > 6, jangan koreksi
      1. K = 4.5 – 6   koreksi dg    10 mEq/jam KCl
      2. K = 3 – 4.5   koreksi dg    20 mEq/jam KCl
        1. a.       Cek lab elektrolit per-jam dan stop infus KCl jika K > 5, tapi tetap cek lab elektrolit u/ cegah rekuren hipokalemia.

 

  1. Antibiotik à Ceftriaxone 2 x 2 gr