Archive for May, 2011

May 15, 2011

Dosis Paracetamol dan Ibuprofen untuk Pediatri

by casualH.R.R.

May 9, 2011

Alilestrenol

by casualH.R.R.


Allylestrenol tersedia sebagai tablet 5 mg.
Nama dagang :
Premaston; Gestanin; Gestanol; Gestanon; Gestormone; Orageston; Organon; Perselin; Turinal

Alilestrenol adalah sebuah steroid sintetik dengan aktivitas progestational. Aliliestrenol merupakan progesteron oral yang aman dan efektif dan telah banyak digunakan untuk kehamilan, khususnya pada wanita dengan ancaman abortus, abortus habitualis, terancam persalinan prematur. Pada pria juga telah diteliti sebagai pengobatan untuk benign prostatic hyperplasia (BPH) dengan hasil yang menggembirakan. Alilestrenol meningkatkan kadar hormon plasenta (estrogen, progesteron, hCG dan HPL/Human Placental Lactogen), sehingga dapat memelihara lapisan trofoblas pada plasenta sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya abortus (umumnya terjadi karena menurunnya kadar hormon-hormon plasenta tersebut terutama hormon progesteron).
Sebenarnya alilestrenol sudah tidak tersedia di Amerika Serikat, Inggris, atau Kanada, tetapi sebagai tahun 2009, masih digunakan di Rusia, India, dan sebagian besar Asia Tenggara.

Pembatasan penggunaan pada :
Penyakit ginjal, gagal jantung kronis, gangguan toleransi glukosa.

Kontraindikasi

Menyusui, Hipersensitivitas, Kelainan hati, kelainan sirkulasi vaskular, AIDS, emboli serebral, tumor payudara dan kelenjar kelamin, toxaemia atau herpes.

Efek Samping :
Diare, galaktorea, tromboembolia, jerawat, peningkatan indeks massa tubuh, sakit kuning, hipertermia, insomnia atau mengantuk, depresi.

Hati hati :
Pada penderita diabetes melitus

Dosisnya :
Ketika terancam abortus/keguguran, dosisnya adalah 5 mg tiga kali sehari (tetapi tidak lebih dari 20 mg) diminum selama 5-7 hari, dapat diperpanjang bila perlu, kemudian dosis diturunkan secara bertahap sampai tidak lagi ditemukan tandan dan gejala terancam abortus. untuk abortus habitualis, 1-2 x satu tablet selama minimal sebulan sampai membaik. ancaman persalinan prematur, diberikan maksimal 40 mg/hari.

May 1, 2011

Pengobatan Osteoartritis, Kapan bisa tuntas??

by casualH.R.R.

seperti yang telah diketahui bahwa osteoartritis (OA) adalah suatu penyakit degeneratif dimana terjadi degenerasi tulang rawan sendi dimana yang secara normal permukaannya halus menjadi kasar dan membentuk osteofit (duri) sehingga bila kedua permukaan tulang bertemu dan bergesek dapat terjadi inflamasi dan menyebabkan perasaan nyeri, ngilu, kaku, panas, dan kadang membengkak. normalnya tulang rawan sendi terdiri atas beberapa komponen seperti : 95% air dan matriks ekstrasel, 5% sel kondrosit. semuanya itu berfungsi sebagai shock breaker atau penyangga sehingga saat sendi2 kita gerakkan tidak akan terasa sakit.
Osteoartritis (disebut juga osteartrosis) adalah penyakit degeneratif sehingga semakin lama akan semakin buruk sejalan dengan usia (biasanya menyerang usia2 emas).

Perbandingan tulang rawan sendi normal dan OA


pengobatan dari penyakit ini bertujuan untuk meringankan gejala, mengurangi proses inflamasi (heberden’s and borchards nodes) yang terjadi, memperbaiki struktur sendi, dan memperbaiki aktivitas fisik. selama ini untuk menghilangkan gejala dengan menggunakan obat AINS dan atau kortison untuk menekan rasa sakit dan peradangannya. ada juga dengan menggunakan suplemen visco, kondroitin atau glukosamin/glucosaminehydrochloride baik dalam bentuk gel atau intraartrikular untuk memberikan nutrisi pada tulang rawan sendi, baik glukosamin maupun kondroitin berfungsi untuk merangsang pertumbuhan tulang dan menghambat kerusakan tulang rawan, namun peneliti dari University of Pittsburgh School of Medicine menyebutkan bahwa glukosamin tidak efektif untuk menangani OA, bisa juga dengan injeksi hyaluronic acid, yang lainnya berupa fisioterapi untuk memperbaiki kualitas hidup, dan pencegahan lain seperti mengurangi berat badan, olahraga dan mengurangi aktivitas yang dapat memperburuk penyakit seperti mengangkat beban berat. belum diketahui cara menangani penyakit ini sampai tuntas. Pada beberapa literatur telah ditemukan ekstrak tanaman Rosa canina yang dapat meredakan gejala-gejala osteoarthritis. Galaktolipid (GOPO) yang terkandung di dalam ekstrak Rosa canina terbukti menghambat migrasi sel darah putih ke dalam sendi, sehingga dapat mengurangi terjadinya proses peradangan dan kerusakan sendi. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukukan, penggunaan jangka panjang ekstrak Rosa canina terbukti mampu mengurangi keluhan nyeri dan memperbaiki kualitas hidup pasien OA. namun tanaman ini cuma kebanyakan ada di eropa dan sepertinya belum dipasarkan di negara kita.

rosa canina, harapan baru untuk terapi Osteoartritis


Sulit untuk menjawab pengobatan osteoartritis kapan bisa tuntas?? Karna dibutuhkan banyak penelitian lebih lanjut agar mimpi kita dapat terwujud untuk melewati masa masa tua dengan tenang dan tidak sakit sana sini, karena tidak semua penderita OA bisa menjalani terapi pergantian sendi, atau sel terapi dan stem sel karena terbentur biaya 🙂

May 1, 2011

Masase karotis pada TSV

by casualH.R.R.

pada beberapa literatur menyebutkan bahwa penanganan pertama penderita dengan takikardi supraventrikular (TSV) adalah dengan melakukan masase karotis setelah kemudian bila tidak berhasil dilakukan injeksi adenosin intraventrikular. dan pada literatur lain menyebutkan bahwa masase karotis pada TSV bisa membuat penurunan heart rate secara signifikan (hingga saya pernah membaca contoh kasusnya bahwa dari SVT yang penderitanya udah pingsan akhirnya hanya dengan masase karotis langsung sadar kembali, wew…)
SVT (Supraventrikular Takikardi, atau Paroxysmal supraventricular (atrial) tachycardia) adalah detak jantung teratur, cepat (160 sampai 220 denyut per menit) yang mulai dan berakhir tiba-tiba dan berasal dari jaringan jantung lainnya dibandingkan di dalam bilik jantung.kemungkinan dipicu oleh denyut jantung yang prematur yang secara berulang mengaktifkan jantung dengan denyut keras. terdapat dua jalur elektrik pada batang atrioventricular (sebuah arithmia disebut atrioventricular nodal reentrant supraventricular tachycardia).
hal ini terjadi pada penderita yang kebetulan juga mengalami SVT di ruangan, dia menderita bronkitis kronis dan suspek KP, pada malam itu dia menatakan kepada perawat bahwa dadanya terasa sangat berdebar2 sehingga dari kepala hingga kaki dia merasa gemetaran dan ingin pingsan. dia sangat cemas luar biasa, setelah itu, maka langsung pasang oksigen dan diputuskan untuk mengecek kadar gula darahnya dan juga EKG, setelah hasilnya keluar, gula darah acaknya 160 an, ekg nya menunjukan gambaran SVT (takikardi irama sinus dengan kompleks QRS sempit dan gelombang P tersembunyi).

masase karotis segera dilakukan dengan cara pemijatan di salah satu arteri karotis selama 10 menit dengan maksud untuk merangsang sistem parasimpatis sehingga dapat memperlambat denyut jantung. tiap 5 menit dilanjutkan lagi masase karotis sisi yang berlainan. sebelum dilakukan masase heart ratenya adalah 160, setelah dilakukan masase 10 menit pertama menjadi 120 (HR berkurang), dan karena tidak tersedia adenosin maka tetap dilakukan masase, namun nadi tetap saja 120, namun penderita sudah merasa lebih baik, setelah satu jam kemudian saya mengecek lagi ternyata si istri (yang saya berikan tugas untuk masase) sudah tertidur sedangkan penderita sudah bisa tenang, saya raba nadinya dan berkurang menjadi 110 (dan setengah jam kemudian sudah ingin tidur).