Malaria Vivaks Yang Menyerupai Malaria Berat?

by casualH.R.R.


lama aku ga nyentuh blog ini, setelah disibukkan oleh jadwal jaga yang sebenarnya nggak padat2 amat tapi cukup dapat menguras emosi dan tenaga, sebenarnya ada beberapa hal yang ingin kusharing, salah satunya tentang pengalamanku dengan pasien malaria yang mungkin bagi kalian biasa aja, tapi menurutku cukup bikin penasaran. jadi sekitar minggu lalu aku jaga malam di sebuah rumahsakit, ga ada pasien hingga abis ashar datanglah sebuah mobil ambuilance membawa seorang pemuda yang sudah kacau kesadarannya. setelah dibaringkan diatas bed, aku langsung periksa tanda vitalnya, dia sangat panas (39,8 derajat celcius), badannya semua kaku karna kejang (tp ga ada riwayat epilepsi), nadi kuat, tensi normal, respi cepat, dan intinya nih ya, setelah dianamesis semua2 akhirnya diagnosis mengarah ke malaria gitulah, apalagi dia baru pulang dari papua. karena berontak ga karuan terpaksa dikasi diazepam 1 ampul, agak tenang dikitlah, langsung aja kasi antipiretik injeksi trus pasang infus sambil cek gula darah acak, eh, ternyata gulanya rendah, cuma 76 gr/dl….wah, pikirku ini uda masuk kriteria malaria berat. sementara tunggu hasil lab aku cari list obat yang ada diapotek rs dan ga ada yang namanya obat2 ACT, adanya ya cuma kina oral, klorokuin, sama sufadoksin-pirimetamin (disitu adanya merk suld*ks), mana apotek sekitar jauh banget dan juga ragu2 kalo ada ACT disitu krn kota ini bukan daerah endemis…..sempat terpikir dibenakku buat ngonsulin pasien ini ke rs yang lebih besar. dan, setelah hasil lab keluar, ternyata hasilnya ditemukan parasit malaria vivaks (+), nah lho?
aneh juga, untuk seukuran malaria vivaks tapi bisa bikin gejala seperti layaknya malaria falsiparum, yang memenuhi beberapa kriteria malaria berat (penurunan kesadaran, hiperpireksia, hipoglikemia), ragu juga ini hasil labnya beneran atau salah. ah, yang penting udah agak tenanglah kalo di lab itu malaria vivaks, jadi keputusan akhirnya mengobati pasien dengan suld*ks yang berisi sufadoksin 500mg dan pirimetamin 25mg, diberi 3 pil sekaligus dosis tunggal, selain itu ditambahin obat2 simtomatis lainnya.
setelah beberapa jam, panasnya mulai turun, gula darahnya sudah normal, dan dia sudah bisa berinteraksi dengan keluarganya, dan seolah2 sudah sembuh dengan cepatnya. besoknya, setelah di cek DDR ternyata parasitnya sudah tidak ada, hal itu tetap dilakukan sampai hari ke 3 dan akhirnya pasien diijinkan pulang setelah diyakini sembuh.
cukup menarik, dari sini bisa disimpulkan bahwa malaria vivaks juga dapat memberikan gejala menyerupai malaria falsiparum, namun yang membedakannya dengan malaria falsiparum adalah respons yang cepat dan baik terhadap pengobatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: