Host Yang Aneh…

by casualH.R.R.

Lebaran di hari minggu yang sepi, sunyi, pada mudik sih…tapi suasana menjadi aneh saat saya menonton program salah satu TV swasta yang bertemakan liburan. Saya pikir – pikir apanya gitu aneh…eh ternyata si pembawa acaranya…..
Awalnya saya tidak menaruh curiga karena seperti biasanya program liburan memang host nya memperkenalkan diri dan mengajak pemirsa untuk melihat – lihat pemandangan dan tempat peristirahatan yang indah dan terkenal. Hingga akhirnya, …tiba pada….

Sesi Pertama

Sesi pertama adalah pengenalan tempat wisata dan makan – makan. Disini masih agak wajar sih, hanya saja….kelihatannya dia lapar. Jadinya disitu dia cuma makan, nggak ngajak ngajak. Pas si cameramen mengklos ap mukanya eh…lah kok mlengos (memalingkan muka) sambil makan begedel…kirain mo ngajak ngobrol, lalu si cameramen mengambil inisiatif mengklos ap piring yang berisi nasi, ikan bakar, sambal dan lain sebagainya dengan maksud agar si Host menyebutkan satu persatu menu makanan di warung tersebut, dan hanjrit…..….dia malah slilitan (merupakan bahasa jawa yang artinya adalah suatu kegiatan mengeluarkan sisa makanan di gigi dengan tusuk gigi, tusuk rambut, peniti, tutup pulpen, atau… dengan tangan, reg). Lalu si host balik makan lagi, kali ini pake tangan (dan tangannya tu bekas ngorek ngorek sisa makanan yang nyangkut di gigi, dari sini saya kehilangan kontak untuk melihat kemanakah tangan itu diusapkan, apakah di baju, apa di meja, apa langsung dibuat ngupil??? Huiiii mampus jorok banget….). Karena uda bosen, akhirnya si cameramen mengarahkan kamera ke penjualnya dan huaa….ternyata seorang tante, mirip omas….lalu tiba tiba pemandangan berubah menjadi pegunungan (huehehe…).

Sesi Kedua

Sampailah kita pada sesi kedua yaitu berenang. Disini si host tidak berenang sendirian, tapi ditemani oleh kedua rekannya. Lokasinya adalah di laut depan dua gunung yang berbeda. Disini tugasnya adalah mengenalkan nama laut, nama gunung, berikut keindahannya, dan cameramen tugasnya adalah mengikuti kemanapun host nya berenang. Sambil diiringi oleh alunan gitar akustik ditambah dengan suasananya yang lagi sunset, cukup membuat host untuk lupa lagi. Tapi kali ini bukan lupa ngajak pemirsanya ngomong, melainkan lupa nama gunung.
Host : (sudah memakai celana kolor) “ Pemirsa…skarang adalah waktunya mandi pante….dan huupppp…..byuuurrr…..(nyebur…)”
Host : “ PEMIRSAAA…..!!!!!! “ (semua kaget, kami kira dia mau tenggelam dan minta tulung)……” ENAAAK PEMIRSAAA……” (…….setan, lebay banget)
Temennya : “woi..sebelah sini cuy…aseek”
Host : “pemirsa…saat ini saya sedang berenang di pantainya mimpi indah resort, ini bisa menjadi alternatif buat anda sekeluarga dalam menghabiskan waktu liburan….”
Temennya : “….wuuuhuuuiiiiii………” (sambil berenang gaya kuda laut)
Host : “ oke napa pemirsa, yang sana adalah….eee…Gunung Lokon!!!”
Temennya : “ BUKAN weuy…” (tiba-tiba nyembul di belakang)
Host : “ eh, sana KAANGG ???” (bahasa manado yang artinya : eh, sana ya??) sambil menunjuk ke sebelah gunung yang pertama.
Temennya : “ Hiii???”
Cameramen : “ ???…” (curiga, jangan-jangan ni tarsius bukan native Manado)
Host semakin lama semakin berenang ke tengah dan meninggalkan cameramen sendirian …. Lagi.

Sesi Ketiga

Sesi ketiga adalah sesi yang terakhir dimana suasananya sudah berubah menjadi gelap karena sudah malam. Disini acaranya adalah makan-makan lagi dan diakhiri dengan penyalaan api unggun. Saya sudah lupa nama restorannya, tapi kalau nggak salah restoran itu menyediakan makanan khas selera Minahasa.
Host : “ So lapar ulang pemirsa….mari torang makang ulang…!!! ” (sudah lapar lagi pemirsa, mari makan lagi)
Teman2nya : “……….” ( sudah ambil nasi )
Host : (melirik…dengan muka agak parno, karena kali ini rekannya bukan dua lagi, tapi delapan!!)
Host : “ disini adalah restoran yang menyajikan menu khas dari daerah Minahasa pemirsa….” (Melirik lagi, kali ini teman-temannya sudah pada keroyokan makan)
Host : “ Makanan Minahasa itu pemirsa…punya teetts tersendiri” (…maksudnya mo ngomong Taste…)
Teman2nya : ( bareng-bareng..) “ TEEIIISSS……!!!”
Host : “ Teeiiisss….kote hehe….” ( eh iya, teeiiss…hehe…)
Kamera lagi diem standby….
Host : “…..eeeeeee…..mari dang tong makang,…Pssttt hoi…tolong dang cameramen se lia akang pa pemirsa depe menu menu…!!” (eee, mari yuk kita makan, Psst hey!! Cameramen tolong liatin dong ke pemirsa menu-menunya nih).
(……..Ternyata cameramen diam diam juga lagi makan !!!…kamera akhirnya bergerak lagi)
Host : “ Ini adalah sayur apa kotek… APA ITUU ???? oh Suntuuuunng……” (ini sayur apa namanya? Apa itu?? Eh…ada cumiii…) astaga, aku kaget bener dengan gayanya yang tiba-tiba excited!! beneran sumpah mirip opak dari desa yang pertama kali naik rollercoaster.
Acara kemudian ditutup dengan penyalaan api unggun, dimana biasanya menurut host nya siy, api unggun disana biasanya digunakan untuk momen perpisahan. Ternyata mereka kedatangan bintang tamu dari Belanda. Sebenarnya kata “kedatangan bintang tamu” itu kurang tepat, karena kedua bule itu lagi enak-enaknya lewat depan laut kemudian sama si host langsung mbejudul (muncul tiba tiba) di depan mereka berikut cameramen yang tak berdosa. Terpaksa kedua bule itu mengiyakan saja. Sepasang bule yang bernama Marissa dan Peter. Kemudian si Host ngajakin sepasang bule tersebut ngobrol.

Host : “PEMIRSAA!!! Kitza sekawrang kedatangan tamu dawri negewri kinchi’ anginnn, mawri kitza ajhak mewreka bewrbinchang binchang yaa, okeeyy….you and you….siapa namanyaa???” (cinta laura kalah saudara!)
….si bule mengernyitkan dahi, saling pandang,,….KAGAK NGERTI..!!!
Kebingungan terus berlanjut, karena si Host mengajak ngobrol dengan gaya patah-patah, si om bule dari tadi haga deng muka pastiu (liat dengan muka bosen) sehingga yang ngerespons cuma si tante bule. Tapi lama-lama tante bule melengok kiri dan kanan meminta pertolongan seolah olah ingin berteriak : “somebody, please catch this tarsius in to the cage!!!”
Akhirnya si malaikat penolong datang, Tuhan mengirimkan seorang translator yang membantu si bule untuk menerima Bluetooth dari Host. Akhirnya perbincangan dimulai

Host : “ Hoya pasti…syu’ syu’ syu’…” (ngekor perbincangan)
…..perbincangan yamg menguras tenaga dan melelahkan……
…At last….segenap kru mengucapkan ” Tengkyu marissa…tengkyu pete…”
Dan…selesaaiiii……ALHAMDULILLAAHH…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: