Ujian Interna

by casualH.R.R.

uda nggak terlalu mood nulis blog, cuma nggak ada kerjaan aja nggak tau mo ngapain di kamarnya Rini (untuk sementara waktu numpang dikamarnya Rinie, mumpung dia libur kunci kamar ada di aku, nonton and forsake kamarku yang berantakan haha, hey tikus…rasain ta’ tinggal ndiri dikamarku tanpa ada persediaan makanan…!!!…). nggak ada masalah di kamarnya Rini kecuali TV nya yang nggak tau knapa layarnya jadi 1/5, sebelom dia pergi ke medan fine ajah, tapi suer nggak ta’ apa-apain kok…cuma pas kapan tuh aku kebobokan dan lupa nggak matiin ampe samaleman,tiba-tiba mati paksa karna mati lampu, pas siuman jadinya gitu deh, layarnya cipit he he.

oya, kemaren aku baru ujian…ujian yang penuh bara api dan bebatuan terjal…tapi Alhamdulillah aku lewatin dengan penuh keak uk an…masak iya aku nerves???dokter pendampingku alias dr. Ariel (bukan nama sebenarnya) bilang aku ampe pucet….wuaaa, pas dibilang gitu bukannya malah tenang tapi dalam seketika tenggorokanku kering nggak keruan, mo ngeleg ngeleg susahnya minta ampun. gimana nggak dag dig dug…aku dapet penguji yang perfect…perfect cantiknya, perfect body nya, perfect jabatannya dan perfect pertanyaannya, pokoknya dr. larasati (bukan nama sebenarnya, nama samaran terinspirasi dari supermodel yang ikut dalam pon di kaltim walah nggak nyambung…) itu terkenal banget susah susah kalo nanya alias dalem gitu dah:'( pantes dong aku sinkop,
jam 12 siang kurang lima menit dr. larasati yang semampai dan anggun datang, angin sepoy sepoy membelai rambutnya bak model, di saat yang bersamaan tubuhku menggigil, saat itu aku langsung menelpon dr. ariel mengabarkan kalo dr. laras uda dateng. dan wesss…dr. ariel langsung ada di depan pintu bagian.
aku masuk dengan doa…doa yang nggak tau arahnya kemana, bakat baruku adalah me remix….(pesen bunda, kalo aku lagi gelisah karna apapun maka bacalah ayat kursi sambil pegang kudung!!…yang pegang kudung itu kayaknya agak magis tapi whatever yang penting aku lagi butuh tenang)…aku mengikuti pesen bunda (sambil pegang kudung–>saat itu salah, yang kupegang ternyata kartu koas karna hanya itu yang mudah dipegang)..Allaahulaailaahaillahuwalkhayyulqoyyuum (ayat kursi)…laata’khudzuhuu sinatuwalaanauum (ayat kursi) alladziinayau’minuuna (????- yang ternyata surat al baqoroh) ( kuulang lagi…) laata’khudzuhuusinatuwalaanauum….iyyakaana’budu waiyyakanasta’iiin ( …feeling uda aneh…) waladhooollliiiin aaamiiiin (huaa kok jadi alfatihah??!!!). Udah udah karna membaca doa udah gagal, akhirnya aku cari cara laen untuk tenang…(saat itu posisi udah didepan pintu ruang ujian) aku mencoba menyanyikan lagunya OPICK yang “Bismillah” ….(mulai menyanyi dalam hati…)bissmillah muula mula, bismillah yang mengawal…bismillah akan membuatmu bahagia…dengan bismillah hati kan terjaga kau menolak cintaku…jangan jangan kau menolak hatiku..ku kan slalu menunggu untuk jadi pacarmu…(hualahh…overlap dengan lagunya ST 12)
dr. laras memandangku dengan senyumannya yang manis, aku balik menyapanya dengan menundukkan kepala (sekalian berusaha ngeleg ludah) “silahkan dek…” menyuruhku duduk. aku memberikan kertas yang berisi kasus pasien ujian ke dr. laras dan kopian nya ke dr. ariel dan untuk diriku sendiri, babak pertama aku diminta baca kasus ujian, sialnya aku mengulangi kesalahanku yang klasik yakni isi kertas ku dan dr. ariel beda dengan punyanya dr. laras…untung aja aku rada inget mana-mana yang uda aku edit dikertas yang dibawa dr. laras, aku membaca dengan sedikit manipulasi sambil melirik lirik dr. ariel yang kebingungan mencari bagian mana yang aku baca he he he….

babak kedua adalah pertanyaan seputar kasusku, agak lumayan lah…seandainya 10 pertanyaan gitu yang kejawab dengan mantap surantap sebanyak 5 pertanyaan, 3 laennya berbau magis alias hipotesis nggak jelas dan 2 sisanya aku jawab dengan suara pernapasan yang menurun sampai menghilang…..

ada pertanyaan yang sampe sekarang aku nggak ngerti maksudnya :
dr. laras : “seandainya BTA nya negatif gambaran radiologis apa yang anda harapkan hingga mendukung diagnosis TB?”
HRR : “…eee….kalo BTA negatif maka yang diharapkan adalah gambaran seperti bayangan berawan yang…”
dr. laras : (dengan menggeleng-gelengkan kepala) “begitu??? kalo BTA nya negatif gambaran apa yang anda harapkan?”
HRR : ” maksudnya gambarannya atau besarnya dok??”
dr. laras : ” kalo BTA negatif gambaran apa yang anda harapkan untuk mendiagnosis TB?”
HRR mulai bingung……
HRR : “…(magis…) kaviti ya dok???”
dr. laras : ” pada kaviti itu TB yang bagaimana?”
HRR : “TB yang aktif dok…”
dr. laras : “BTA negatif itu TB aktif?”
HRR : “(merasa ada yang aneh…)….tidak aktif dok…”
dr. laras : jadi?
HRR : “(mikir mikir…kalo gambaran radiologis normal tau diagnosis TB dari mana coba, tapi apa ya kira kira kalo jawabanku yang tadi salah, duuhhh aku nggak nangkep maksud dokter, tapi kalo aku mo jawab luasnya juga enggak itu mak-…)”
dr. laras : “(langsung cut)ganti pertanyaan…..apa yang anda ketahui tentang DOTS???
HRR : “(huaaaaa…….tidaaaakkkk!!!!!!!!)”

babak ketiga adalah pertanyaan tentang divisi…aku disuruh pilih 5 divisi yang sekiranya aku kuasai…yakni 5 diantara divisi kardiologi, hematologi, gastroenterologi, endokrin, ginjal hipertensi, rematologi, geriatri, onkologi dll
HRR : “gastro dok….”
dr. laras : “penyakit apa aja yang nyebababin eh menyebabkan (maaf salah kutip) diare kronik?”
waduuh, aku dapet pertanyaan protap yang paling males banget aku baca buku alias cakulnya, yah terpaksa aku nembak-nembak asal sebut sok keren gitu
HRR : “amubiasis (dr. laras : mmm…iya, terus…)…intoleransi laktosa dok (iya…apalagi…)….crohn disease dok (mmmmm….boleh, apalagi?…)….ehmmmmm…..mmm….inflamatory bowel disease/IBD dok….

ternyata dari situ dokter laras sudah menangkap trik ku yang asal nembak nggak jelas, “inflamatory bowel disease tidak menyebabkan diare kronik ya, pada penyakit apa-apa yang menyebabkan IBD???”…..aku dengan kuat tenaga dan pikiran mencari dan menelaah jawabannya, tapi apa daya otakku nggak sampek, heleh IBD mukanya kayak gimana aja aku ngga pernah tau, aku hanya eeee terus hingga dokter mengakhirinya dengan mengganti pertanyaan : “kalo amubiasis, obatnya apa???” ….nah yang ini aku tau!!! “eehhh…kalo amubiasis dok obatnya adalah kooo (kotrimoksasol heh bukan!) koooo (eh!!) kooo (kok blocking)..kooo…(dr. ariel penasaran) oooo (dr. laras mengernyitkan dahi) 000 (apa sih, pokok ada oo nya, tapi) kkko….(dr, laras : iya?)…………….eee…nnggg…ggg…lupa dok he he (dr. laras dan dr. ariel menggrubarakkk…!!!!)

tapi nggak papa, aku akhirnya ditawarin lagi pilih divisi laen…
dr. laras : “divisi apa lagi?”
HRR : ” rematologi dok…”
dr. laras : ” oke, hematologi ya…”
HRR : (HEmatologi?????)
dr. laras : “sebutkan tanda klinis dari anemia aplastik! bagaimana jantung, hepar dan lien pada anemia aplastik?”
HRR : (gubrak!!!!!!)….eh…pucat dok, terus cepat lelah, berdebar-debar, panas, mudah ada infeksi, ada manfestasi perdarahan juga dok….jantungnya ada pembesaran dok….kalo hepar ama liennya (HRR 1: nggak ada kelainan, orang sel-selnya nggak disekuestrasi di hepar and lien kok, selnya kan nggak ada…!!!—-HRR 2 : kalo dokter uda nanya itu brarti ada kelainan dong, tuh liat wajahnya dokter yang sedang liatin mukamu!!! dia berharap jawabanmu adalah hepar ama lien membesar jarr…—-HRR 1 : tapi klo hepar and lien membesar analisanya gimana kok bisa???—HRR 2 : udah, itu belakangan jawab aja sekarang!!!!!)…..jadi hepar ama lien nya membesar dok….(nada ragu)”
dr. laras : (MENCEP) jadi hepar ama lien TIDAK membesar ya…..
HRR : (…..ooouuwww kecolongan lagi…)
….
….
….
dr. laras : “divisi apa lagi?”
HRR (dengan pasrah ):…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: