ATLS…Yay…..
Tiga hari, sungguh melelahkan mengikuti ATLS dalam keadaan hamil 5 bulan, tapi untungnya emang ga sengeri yang dibayangkan, aku pikir tutor-tutirnya bakal nyengit ga ketulungan dan baru ngrliatnya aja dah bikin stres. Untungnya mereka santai and enjoy2 semua, Cuma ada sih yang pas ujian jadi bertransformasi jadi “Gggrrrr” hehehe. Tapi overall, emang berguna banget ngikutin tuh pelatian, jadi menambah kepercayaan diri dalam menangani pasien trauma.
Aku uda baca di blog temen temen yang laennya soal ATLS dan kebanyakan sama sih, maksudnya ngomongnya soal biayanya yang mahal, capeknya, dan ujian-ujiannya. Jadi aku mo ngomong dikit aja kali ya disini, yah dikit dikit info yang mudah2an berguna gitulah. Sebenarnya ga penting ya lulus apa ga ATLSnya, karna nanti juga dikasi kesempatan lagi buat mengikuti pelatian diperiode depan bagi yang ga lulus, tapi emang sih, jadi malu hahaha, karena biasanya ma temen2 baru diperkenalkan mana2 orang2 yang ga lulus kemaren, tapi ada juga yang enggga sih. Asal kita muka badak aja kan, yang penting kan ntar didepan pasien ga salah, tapi insya Allah bisa lulus semua kok, karena kalopun ujian ga lulus ada renmedial lagi, tapi yang nilainya diatas 35. Kalo dibawah 35 ya langsung cek nama di periode depan.
Jadi hari pertama itu kita ngumpulin pretest yang 40 soal pilihan ganda dalam bahasa inggris sambil absen, terus masuk ruangan kelas, kemaren kami dibagi menjadi 2 kelas, tiap kelas rata2 ada 40 orang kali ya, kuliah pertama adalah initial assesment. Semua bahan kuliah sebaiknya udah dibaca dulu ya dirumah, soalnya disela sela penjelasan materi ada aja pembimbing yang tiba2 liat papan nama kita dan happ….kita dimakan mentah2 kalo ga bisa jawab pertanyaanya, paling sebel kalo uda tanya “almamater mana dek?” malu maluin khan?? Hehe, apalagi pas mlongo atau ngelamunin apa gitu…..contohnya aja pas ada tutor yang menjelaskan soal trauma pada wanita hamil, tentang his yang kenceng kalo pasiennya trauma, dia tanya, siapa diantara kalian disini yang udah hamil?? Spontan dunk aku angkat tangan, trus dia nanya : gmana rasanya kalo mau melahirkan, kenceng pasti kan? Itu yg juga dirasakan pas wanita hamil trauma, uda pernah kan?” eh karena aku ngelamun dengan begonya keceplosan “belum nikah dok!!” Haaaaa???? Spontan semua orang ketawa. Maksud hati mau bilang belum pernah ngelahirin geto, eh malah ngomongnya belom nikah, malu dah>_<
Pas hari pertama bab initial assesment itu tutor akan memperlihatkan kita simulasi saat kita sedang ada di ugd, simulasi sebagai dokter yang belom ikut ATLS sama yang udah pernah ikut. Eh kok perannya top banget ya, pasiennya juga teriak2, ada yang berperan sebagai keluarga pasien juga yang panik dan marah marah, dan perat dokter pra ikut ATLS juga mantap, sama kayak kita2 di ugd yang belepotan urus pasiennya, sibuk njait dan njait tapi ga tau apa yang paling prioritas, yang paling menggelikan pas disitu ceritanya pasiennya datang dalam keadaan luka dikepala, wajah, toraks sama panggul, yah dari luar sih Cuma beret beret aja, bisa ngomong dan mengeluh adu sakit dok sakit dok, trus dokternya bilang waaah ada luka di kepala!! Di dada juga, (lupa ga pake proteksi diri yang lengkap, Cuma handscoen aja) trus ga ngapa ngapain, Cuma suruh pasang oksigen dan injek analgetik, sibuk nanya sama keluarga pasien gmana kejadiannya, padahal pasiennya uda mo abis napasnya, eh, tiba2 pasiennya uda ga ngomong, diam gitu alias ga sadar, trus keluarganya tanya, dok gimana ini dok kok jadi diam?? Apa jawab dokternya, “ ooo, setidaknya sekarang udah agak tenang” (asli lucu abis wkwkwk)….”sekarang pindah aja di icu, udah tenang kok”…..(haha, ini juga bikin ngakak). Setelah disimulasikan kayak gitu kita jadi mikir2, iya ya, slama ini kita emang goblok tapi ga nyadar ma gobloknya. Habis itu dokter kembali menyimulasikan dokter di ugd setelah ikut ATLS, mantap, tentunya dengan urutan ABCDE nya, dan sikap yang lebih lege artis tentu (ga usah dijelasin disini ya, mo panjang soalnya hehe)
Setelah beberapa materi disampaikan, jam 9 ada break, dilanjutkan materi lagi lalu jam 12 siang makan siang ma solat, abis itu materi lagi dan jam 3 atau 4 an gitu ada break lagi tapi waktu buat solat sempit banget, terus materi (biasa diisi clinical skill, ada yang dapet giliran sama boneka dan ada kelompok yg ma kambing, tapi semuanya dapet giliran kok, satu kambing buat 4 orang) sampe jam 8 sore, hari pertama semua wajib ikut dinner course, makan malam gitu lah, tapi ga lama kok karena kemaren Cuma makan aja langsung pulang, sekitar jam setengah 7 malem bisa pulang.
Hari kedua ya sama aja ma hari pertama, materi dan clinical skill, aku ada sih jadwalnya, males mbahasnya disini, toh kan kita dianggap uda belajar semua materi di buku ATLS itu kan, eitss…….:)
Tapi emang bener, uda ga ada waktu lagi buat belajar, pulang udah capeknya minta ampun, besoknya uda mo ujian, bener bener harus belajar dulu sebelum ngikut pelatihan ya guys…..
Hari ketiga, yang paling mendebarkan, pagi ujian tulis, siang ujian skill. Tapi pengumuman lulus engganya yang ujian tulis itu diumumkan habis ujian skill dan makan siang. Pas ujian skill tiap kelompok sama satu penguji (satu kelompokku kemaren ada 4 orang), satu ruangan dan ga langsung masuk sekaligus tapi satu2, kalo dari awal uda salah ya keluar dulu bisanya, diganti ma peserta lain (disuruh belajar diluar). Pas ujian kita emang harus siap dengan urutan urutan initial assesment, jangan lupa buat proteksi diri sesudah alat2 disiapkan dan sebelum pegang pasien, soalnya kemaren ada yang dapet teriakan keluar kamu!! Setelah dia lupa ga proteksi diri, langsung ke airway. Trus jangan lupa kuasai skill kayak pasang chest tube, krikotiroidotomi, dan lain2. Kemaren tu aku dapet pasien ujiannya tu pasien luka tembak di leher, dada, dengan penurunan kesadaran dan syok. Tiap kelompok pasiennya beda2. Ujian tulisnya kemaren tuh dari satu kelas yang lulus dengan nilai 80 an Cuma 7 orang, laennya mungkin yg masih nyerempet2 ato nyangkut ga lulus deh, tapi ada kok remedial, soalnya 40 juga, bahasa inggris juga, tapi beda, disitu boleh openbook (tapi kelamaan, waktu Cuma satu jam, kecuali yg uda spesialis ngerpek mungkin itu sangat membantu), ujung ujungnya lulus semua kok ujian tulisnya…..
Akhirnya dibagikan juga sertifikat ATLSnya, ujian praktikumku lumayan lancar, Cuma aku ikut remedial satu kali di ujian tulis, ga masalah, banyak temen haha…..yang penting uda banyak ilmu yang udah didapet disini, ga nyesel deh ikutan, sebanding ma harganya yang mahal (asal sebelum ikut habisin dulu semua buku ATLS itu okey), sertifikatnya itu bertaraf international loh.
ATLS kemaren…..
Alilestrenol

Allylestrenol tersedia sebagai tablet 5 mg.
Nama dagang :
Premaston; Gestanin; Gestanol; Gestanon; Gestormone; Orageston; Organon; Perselin; Turinal
Alilestrenol adalah sebuah steroid sintetik dengan aktivitas progestational. Aliliestrenol merupakan progesteron oral yang aman dan efektif dan telah banyak digunakan untuk kehamilan, khususnya pada wanita dengan ancaman abortus, abortus habitualis, terancam persalinan prematur. Pada pria juga telah diteliti sebagai pengobatan untuk benign prostatic hyperplasia (BPH) dengan hasil yang menggembirakan. Alilestrenol meningkatkan kadar hormon plasenta (estrogen, progesteron, hCG dan HPL/Human Placental Lactogen), sehingga dapat memelihara lapisan trofoblas pada plasenta sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya abortus (umumnya terjadi karena menurunnya kadar hormon-hormon plasenta tersebut terutama hormon progesteron).
Sebenarnya alilestrenol sudah tidak tersedia di Amerika Serikat, Inggris, atau Kanada, tetapi sebagai tahun 2009, masih digunakan di Rusia, India, dan sebagian besar Asia Tenggara.
Pembatasan penggunaan pada :
Penyakit ginjal, gagal jantung kronis, gangguan toleransi glukosa.
Kontraindikasi
Menyusui, Hipersensitivitas, Kelainan hati, kelainan sirkulasi vaskular, AIDS, emboli serebral, tumor payudara dan kelenjar kelamin, toxaemia atau herpes.
Efek Samping :
Diare, galaktorea, tromboembolia, jerawat, peningkatan indeks massa tubuh, sakit kuning, hipertermia, insomnia atau mengantuk, depresi.
Hati hati :
Pada penderita diabetes melitus
Dosisnya :
Ketika terancam abortus/keguguran, dosisnya adalah 5 mg tiga kali sehari (tetapi tidak lebih dari 20 mg) diminum selama 5-7 hari, dapat diperpanjang bila perlu, kemudian dosis diturunkan secara bertahap sampai tidak lagi ditemukan tandan dan gejala terancam abortus. untuk abortus habitualis, 1-2 x satu tablet selama minimal sebulan sampai membaik. ancaman persalinan prematur, diberikan maksimal 40 mg/hari.
Pengobatan Osteoartritis, Kapan bisa tuntas??
seperti yang telah diketahui bahwa osteoartritis (OA) adalah suatu penyakit degeneratif dimana terjadi degenerasi tulang rawan sendi dimana yang secara normal permukaannya halus menjadi kasar dan membentuk osteofit (duri) sehingga bila kedua permukaan tulang bertemu dan bergesek dapat terjadi inflamasi dan menyebabkan perasaan nyeri, ngilu, kaku, panas, dan kadang membengkak. normalnya tulang rawan sendi terdiri atas beberapa komponen seperti : 95% air dan matriks ekstrasel, 5% sel kondrosit. semuanya itu berfungsi sebagai shock breaker atau penyangga sehingga saat sendi2 kita gerakkan tidak akan terasa sakit.
Osteoartritis (disebut juga osteartrosis) adalah penyakit degeneratif sehingga semakin lama akan semakin buruk sejalan dengan usia (biasanya menyerang usia2 emas).
pengobatan dari penyakit ini bertujuan untuk meringankan gejala, mengurangi proses inflamasi (heberden’s and borchards nodes) yang terjadi, memperbaiki struktur sendi, dan memperbaiki aktivitas fisik. selama ini untuk menghilangkan gejala dengan menggunakan obat AINS dan atau kortison untuk menekan rasa sakit dan peradangannya. ada juga dengan menggunakan suplemen visco, kondroitin atau glukosamin/glucosaminehydrochloride baik dalam bentuk gel atau intraartrikular untuk memberikan nutrisi pada tulang rawan sendi, baik glukosamin maupun kondroitin berfungsi untuk merangsang pertumbuhan tulang dan menghambat kerusakan tulang rawan, namun peneliti dari University of Pittsburgh School of Medicine menyebutkan bahwa glukosamin tidak efektif untuk menangani OA, bisa juga dengan injeksi hyaluronic acid, yang lainnya berupa fisioterapi untuk memperbaiki kualitas hidup, dan pencegahan lain seperti mengurangi berat badan, olahraga dan mengurangi aktivitas yang dapat memperburuk penyakit seperti mengangkat beban berat. belum diketahui cara menangani penyakit ini sampai tuntas. Pada beberapa literatur telah ditemukan ekstrak tanaman Rosa canina yang dapat meredakan gejala-gejala osteoarthritis. Galaktolipid (GOPO) yang terkandung di dalam ekstrak Rosa canina terbukti menghambat migrasi sel darah putih ke dalam sendi, sehingga dapat mengurangi terjadinya proses peradangan dan kerusakan sendi. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukukan, penggunaan jangka panjang ekstrak Rosa canina terbukti mampu mengurangi keluhan nyeri dan memperbaiki kualitas hidup pasien OA. namun tanaman ini cuma kebanyakan ada di eropa dan sepertinya belum dipasarkan di negara kita.
Sulit untuk menjawab pengobatan osteoartritis kapan bisa tuntas?? Karna dibutuhkan banyak penelitian lebih lanjut agar mimpi kita dapat terwujud untuk melewati masa masa tua dengan tenang dan tidak sakit sana sini, karena tidak semua penderita OA bisa menjalani terapi pergantian sendi, atau sel terapi dan stem sel karena terbentur biaya
Masase karotis pada TSV
pada beberapa literatur menyebutkan bahwa penanganan pertama penderita dengan takikardi supraventrikular (TSV) adalah dengan melakukan masase karotis setelah kemudian bila tidak berhasil dilakukan injeksi adenosin intraventrikular. dan pada literatur lain menyebutkan bahwa masase karotis pada TSV bisa membuat penurunan heart rate secara signifikan (hingga saya pernah membaca contoh kasusnya bahwa dari SVT yang penderitanya udah pingsan akhirnya hanya dengan masase karotis langsung sadar kembali, wew…)
SVT (Supraventrikular Takikardi, atau Paroxysmal supraventricular (atrial) tachycardia) adalah detak jantung teratur, cepat (160 sampai 220 denyut per menit) yang mulai dan berakhir tiba-tiba dan berasal dari jaringan jantung lainnya dibandingkan di dalam bilik jantung.kemungkinan dipicu oleh denyut jantung yang prematur yang secara berulang mengaktifkan jantung dengan denyut keras. terdapat dua jalur elektrik pada batang atrioventricular (sebuah arithmia disebut atrioventricular nodal reentrant supraventricular tachycardia).
hal ini terjadi pada penderita yang kebetulan juga mengalami SVT di ruangan, dia menderita bronkitis kronis dan suspek KP, pada malam itu dia menatakan kepada perawat bahwa dadanya terasa sangat berdebar2 sehingga dari kepala hingga kaki dia merasa gemetaran dan ingin pingsan. dia sangat cemas luar biasa, setelah itu, maka langsung pasang oksigen dan diputuskan untuk mengecek kadar gula darahnya dan juga EKG, setelah hasilnya keluar, gula darah acaknya 160 an, ekg nya menunjukan gambaran SVT (takikardi irama sinus dengan kompleks QRS sempit dan gelombang P tersembunyi).

masase karotis segera dilakukan dengan cara pemijatan di salah satu arteri karotis selama 10 menit dengan maksud untuk merangsang sistem parasimpatis sehingga dapat memperlambat denyut jantung. tiap 5 menit dilanjutkan lagi masase karotis sisi yang berlainan. sebelum dilakukan masase heart ratenya adalah 160, setelah dilakukan masase 10 menit pertama menjadi 120 (HR berkurang), dan karena tidak tersedia adenosin maka tetap dilakukan masase, namun nadi tetap saja 120, namun penderita sudah merasa lebih baik, setelah satu jam kemudian saya mengecek lagi ternyata si istri (yang saya berikan tugas untuk masase) sudah tertidur sedangkan penderita sudah bisa tenang, saya raba nadinya dan berkurang menjadi 110 (dan setengah jam kemudian sudah ingin tidur).
Trombositopenia Yang tidak diketahui penyebabnya
Seorang pasien wanita datang ke ugd, disaat aku lagi enak2nya mau nabung di wc, berderinglah telepon di ruang jaga dan seorang perawat senior memberitahukan akan kedatangannya. setelah tiba di ugd, aku melihat sesosok wanita umur 45 an tahun berperawakan gemuk terbaring tak berdaya dikasur ugd. sudah dalam keadaan terpasang infus (perawatnya tanggap dan jago, hehe), dan sekilas aku ngeliatnya tu mukanya pucat, seperti menderita penyakit metabolik, dan benarlah, setelah kulihat lembar anamnesis di keluhan utama, penderita sedang menderita diabetes melitus dan KP (namun dia mengaku sudah menuntaskan pengobatan 9 bulan). oya, by the way, keluhan penderita ini adalah muntah yang terus menerus, sakit kepala hingga ingin ambruk, namun tidak ada pusing tujuh keliling atau perasaan seperti diatas kapal, ga ada telinga berdenging atau merasa tuli saat serangan, ga ada pandangan kabur, ga ada riwayat penurunan kesadaran. jadi keluhannya adalah muntah terus menerus, sakit kepala dan lemas. itu dirasakan sudah dari 2 hari yang lalu hingga suaminya memutuskan untuk membawa ibu ini ke rumahsakit. tanda vitalnya, nadi takikardi, tensi, respi normal, suhu agak hipotermi. kesadarannya masih bagus. cuma pada konjungtiva dia pucet, lain2 ga ada masalah. dan aku lupa ga nanya kencingnya. untuk itu dalam keadaan darurat obat yang masuk dulu ya ondansentron sama analgesik yang waktu itu aku mikirnya adalah tramadol. ditambah suntikan ranitidin iv. cek lab, darah lengkap, gula darah sewaktu, ureum kreatinin, sgot, pt, dan UL, namun sayangnya Na, K, Cl lagi ga ada. oke setelah beberapa menit ternyata hasil yang duluan keluar adalah GDS yang sebesar 300an. ada juga sih tadi gambaran ekg yang menurutku sih seperti ada gambaran hiperkalemia.
pasien langsung didorong ke ruangan dan aku melanjutkan terapiku diruangan (beda sama RS lain kan sistemnya). untuk gulanya aku tambahkan glimepirid 2 mg 1-1-0 (karna disini cuma ada metformin, dan insulin, metformin efeknya lemah dan lama sedangkan untuk insulin menurutku belum ada indikasi), ditambah neurosanbe injeksi, lalu betahistin 8 mg tablet untuk vasodilator pembuluh darah kepala. agak ribet juga karna pasien ini termasuk dalam asuransi perusahaan yang nama obatnya harus paten in list semua dan aku ga hapal terpaksa mendatangi sang apoteker langsung (knapa ya waktu itu ga kepikiran nelpon, huhh).
dan setelah menjelang maghrib gitu sang laborat memberitahukan hasil lab sementara yang jadi duluan (baik kan sang laboratnya….) dan ternyata eh ternyata, trombositnya cuma 70.000, justru Hb yang aku kira akan rendah kok ya malah normal (malah agak tinggi), leko dan eritnya normal. tuing tuing…….agak bingung seketika. pikiranku langsung mengarah ke trombositopenia et causa ureum hemolitik (karna DM bisa bikin insufisiensi ginjal), tapi ini juga meragukan karna kenapa hanya trombositnya saja, yang lain enggak. dan aku masih ragu dengan hasil Hb nya karna jelas2 dari konjungtivanya dia pucet.
Tetep Paling Imut

Sedih Bangeeett, langsung patah hati setelah tau bahwa personel boyband Westlife yang bernama Mark ini adalah seorang gay, salah satu sumbernya :
Kapanlagi.com – Para personil Westlife memang sudah hampir tidak pernah tampak lagi di depan publik. Namun beberapa waktu lalu, kemunculan seorang personilnya benar-benar membuat heboh. Mark Feehily mengakui di depan media bahwa dirinya adalah gay!
Penyanyi asal Inggris itu mengatakan bahwa inilah saat yang tepat baginya untuk mengatakan hal yang sesungguhnya terjadi. Sebagaimana dikutip oleh suratkabar the Sun dalam situs iol.com, Feehily mengatakan kalau dirinya merasa bangga sebagai gay, dia juga tidak meminta simpati siapapun atau dijadikan sebagai contoh bagi siapapun juga.Selebritis musik pop berusia 25 tahun itu juga tidak pernah merasa khawatir akan reaksi masyarakat terhadap perilaku seksualnya itu, karena dia sudah cukup bahagia menjadi dirinya sendiri.
“Teman-teman dekat dan keluarga saya, orang-orang yang saya cintai, sudah memberikan dorongan yang luar biasa bagi saya. Dan itulah hal yang terpenting” ujar Feehily.
Dan ternyata, dia sudah lama menjalin hubungan asmara dengan penyanyi Kevin McDaid, pria berusia 21 tahun yang menjadi salah satu personil boyband bernama ‘V’. Bahkan semua anggota Westlife pun juga sangat mendukung keputusan Feehily tersebut. (iol/dni)
Dia ngakuin ke “gay”annya di tabloid Inggris The Sun, ia berkata, “Ini mengubah hidup saya, saya benar-benar merasa jauh lebih bahagia dan santai. Itu adalah hal terbaik yang pernah saya lakukan”
heegh……..kenapa kau setega itu, padahal, diantara semua personil westlife, cuma kamu yang paling imut, cakep, tinggi, keren, dan suaranya paling seksi dan bagus, pastinya banyak fans2 cewek yang pasti akan patah hati. namun, mudah2an, aku bisa menemuimu disurga sebagai seorang yg suka sama cewek, bukan seorang gay atau biseksual. (ngarep)
Malaria Vivaks Yang Menyerupai Malaria Berat?

lama aku ga nyentuh blog ini, setelah disibukkan oleh jadwal jaga yang sebenarnya nggak padat2 amat tapi cukup dapat menguras emosi dan tenaga, sebenarnya ada beberapa hal yang ingin kusharing, salah satunya tentang pengalamanku dengan pasien malaria yang mungkin bagi kalian biasa aja, tapi menurutku cukup bikin penasaran. jadi sekitar minggu lalu aku jaga malam di sebuah rumahsakit, ga ada pasien hingga abis ashar datanglah sebuah mobil ambuilance membawa seorang pemuda yang sudah kacau kesadarannya. setelah dibaringkan diatas bed, aku langsung periksa tanda vitalnya, dia sangat panas (39,8 derajat celcius), badannya semua kaku karna kejang (tp ga ada riwayat epilepsi), nadi kuat, tensi normal, respi cepat, dan intinya nih ya, setelah dianamesis semua2 akhirnya diagnosis mengarah ke malaria gitulah, apalagi dia baru pulang dari papua. karena berontak ga karuan terpaksa dikasi diazepam 1 ampul, agak tenang dikitlah, langsung aja kasi antipiretik injeksi trus pasang infus sambil cek gula darah acak, eh, ternyata gulanya rendah, cuma 76 gr/dl….wah, pikirku ini uda masuk kriteria malaria berat. sementara tunggu hasil lab aku cari list obat yang ada diapotek rs dan ga ada yang namanya obat2 ACT, adanya ya cuma kina oral, klorokuin, sama sufadoksin-pirimetamin (disitu adanya merk suld*ks), mana apotek sekitar jauh banget dan juga ragu2 kalo ada ACT disitu krn kota ini bukan daerah endemis…..sempat terpikir dibenakku buat ngonsulin pasien ini ke rs yang lebih besar. dan, setelah hasil lab keluar, ternyata hasilnya ditemukan parasit malaria vivaks (+), nah lho?
aneh juga, untuk seukuran malaria vivaks tapi bisa bikin gejala seperti layaknya malaria falsiparum, yang memenuhi beberapa kriteria malaria berat (penurunan kesadaran, hiperpireksia, hipoglikemia), ragu juga ini hasil labnya beneran atau salah. ah, yang penting udah agak tenanglah kalo di lab itu malaria vivaks, jadi keputusan akhirnya mengobati pasien dengan suld*ks yang berisi sufadoksin 500mg dan pirimetamin 25mg, diberi 3 pil sekaligus dosis tunggal, selain itu ditambahin obat2 simtomatis lainnya.
setelah beberapa jam, panasnya mulai turun, gula darahnya sudah normal, dan dia sudah bisa berinteraksi dengan keluarganya, dan seolah2 sudah sembuh dengan cepatnya. besoknya, setelah di cek DDR ternyata parasitnya sudah tidak ada, hal itu tetap dilakukan sampai hari ke 3 dan akhirnya pasien diijinkan pulang setelah diyakini sembuh.
cukup menarik, dari sini bisa disimpulkan bahwa malaria vivaks juga dapat memberikan gejala menyerupai malaria falsiparum, namun yang membedakannya dengan malaria falsiparum adalah respons yang cepat dan baik terhadap pengobatan.
Onikolisis

Onikolisis, sering terjadi pada anak-anak yang membersihkan kuku dengan cara yang salah (biasanya pada anak2 yg ingin kukunya panjang)
sewaktu sedang berpoli dipeskesmas, ada seorang ibu-ibu membawa anak perempuan yang kalo ga salah umurnya sekitar 10 tahun. kemudian sang ibu menunjukkan jari-jari anaknya dimana kukunya tumbuh secara tidak wajar. setelah dicermati ternyata pada kuku tersebut (dijari tengah, telunjuk, dan jempol, pada tangan kanan, dan dijari telunjuk, ma jempol tangan kiri) berwarna putih susu, tampak rapuh dan pada peralihan kuku dengan perlekatan pada kulit terdapat garis berwarna merah, pertumbuhan kuku tersebut juga agak mengarah keluar(kurang menempel pada daging), nyeri dan tidak gatal. setelah cek para cek, ternyata si anak ingin memanjangkan kukunya dan terbiasa membersihkan kotoran di sela2 kuku dengan menggunakan tusuk gigi (ga tau bekas atau baru, pas kutanya sih katanya yang baru), kadang dengan kayu. setelah tau kukunya mulai tumbuh dengan ga normal, sang ibupun mulai memotongnya, namun kemudian kuku yang berwarna putih susu itu tetap tumbuh, dan garis merah pada peralihan kuku sehat dan kuku yang sakit tetap ada. lalu sang ibu seseringmungkin mencuci tangan anaknya dengan sabun dan mengobatinya dengan salep (yang dia lupa namanya) namun tidak kunjung membaik, dan berlangsung kurang lebih sebulanan.
Lalu, setelah melihat dari anamnesa dan pemeriksaan fisik, maka disimpulkan bahwa sang anak menderita Onikolisis sekunder disertai paronikia.
Onikolisis merupakan pemisahan lempeng kuku dari dasar kuku. Bila seluruh kuku terpisah, disebut onikomadesis. Daerah yang terpisah berwama pucat disebabkan karena kehilangan refleksi cahaya dari dasar kuku. Banyak keadaan yang dapat menyebabkan onikolisis, onikolisis merupakan satu dari gejala kuku , yang tersering terjadi. Penyebab onikolisis ini dapat dikelompokkan sebagai berikut : a) Kelainan dennatologik : psoriasis, infeksi jamur, dermatitis b) Penyakit sistemik : gangguan sirkulasi, hipertiroidism, yellow nail syndrome c) Trauma : trauma minor, kasus karena kerja kimiawi : kosmetik kuku, fluorourasil 5% topikal pada ujung jari. Pengobatan : Pasien dianjurkan untuk memotong sebanyak mungkin kuku yang lepas dan memberi sulfasetamid 15% dalam alkohol 50% atau preparat steroid topikal yang mengandung antibiotik dan nistatin pada dasar kuku dua atau tiga kali sehari, atau menggunakan mikonasol hidrokonison him. Perlekatan kembali lambat dan kuku yang terlepas harus dipotong kembali beberapa kali bila perlu. Tujuan pengobatan adalah untuk mencegah infeksi menjadi menetap di bawah kuku yang terlepas, karena ini menyebabkan penebalan dasar kuku dan mencegah perlekatan kembali. Timol 4% dalam khloroform dianjurkan untuk mencegah infeksi dan maserasi lebih lanjut dari dasar kuku, tetapi sering pula diberikan timol 2%, selama pasien dapat mentolerir, dan biasanya efektif. (namun obat2 tsb di puskesmas kebetulan tidak ada).
untuk paronikianya (dalam bahasa jawa disebut cantengen) merupakan keluhan yang sering terjadi dan biasanya disebabkan oleh stafilokokus. Keadaan ini dapat didahului oleh trauma lokal, Lesi yang lebih dalam paling baik diobati dengan antibiotika dulu, tetapi bila tidak cepat membaik, diperlukan insisi dengan anestesi, pada penderita ini, lesi masih ringan dan belum terjadi pembentukan pus.
pada penderita ini akhirnya diberikan pengobatan berupa : edukasi untuk merawat kuku dengan benar, memotong kuku yang rusak dan mati, diberikan salep ketokonazol dan antalgin.
Yuri Gagarin
Yuri Gagarin Alekseyevich adalah seorang pilot dan kosmonot Soviet. Dia adalah orang pertama manusia yang melakukan perjalanan ke luar angkasa dimana saat itu pesawat ruang angkasa Vostok telah menyelesaikan orbit Bumi pada 12 April 1961.
Gagarin menjadi selebriti internasional, dan dianugerahi banyak medali dan penghargaan, termasuk Pahlawan Uni Soviet. Vostok 1 spaceflight diketahui sebagai satu-satunya spaceflight, tetapi ia juga sebagai cadangan untuk misi 1 Soyuz (yang berakhir dalam sebuah kecelakaan fatal). Gagarin pelatihan kemudian menjadi wakil direktur Pusat Pelatihan Kosmonot di luar Moskow, yang kemudian dinamai menurut namanya. Gagarin meninggal pada tahun 1968 ketika sebuah Mig 15 pelatihan jet dimana dia sebagai pilot terjatuh.










