August 26, 2012

Pemeriksaan Penunjang Bedah Saraf

by casualH.R.R.

RADIOLOGI

Foto Polos Tengkorak

Pada keadaan normal, pada foto polos tengkorak dapat terlihat :

1. Jejas arterial

2. Jejas vena

3. Jejas sutura

4. anak < 12 tahun –>  “digital marking”, bila terdapat digital marking pada orang dewasa dan juga dekstruksi prosesus klinoideus posterior, maka menandakan peninggian TIK yang lama.

Dalam plain foto ini, yang perlu diperhatikan :

1. Bentuk kepala

2. Ukuran kepala

3. Penebalan

4. Asimetri

5. Kalsifikasi

6. Dekstruksi, dll

August 26, 2012

Bedah Saraf-Introduction

by casualH.R.R.

Pemeriksaan Bedah Saraf

pemeriksaan neurologi–> anamnesis –> keluhan, RPD,RPS, Riw penyakit keluarga. perhatikan sikap dan tingkah laku si penderita selama wawancara.

keluhan diperinci : ex : Sakit kepala, bagaimana sakitnya? lokalisasi sakitnya? penjalarannya?

Sakit kepala di sekitar os.mastoid –> Tumor serebelum atau tumor serebelopontin.

tumor2, abses, tuberkuloma yang mengenai meningea juga kadang2 menyebabkan rasa sakit kepala pada lokasi tertentu. anak anak yang menderita Neduloblastoma pada Tonsila Serebeli atau Tumor Ventrikel IV sering mengalami sakit kepala hebat disertai muntah proyektil (biasanya tanpa rasa mual), hal ini disebabkan karena adanya rangsangan akibat penekanan pada pusat muntah yang letaknya disekitar (sistima) Rektikularis dan Nukleus di Medula Oblongata.

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Neurologis–> Keadaan umum –> fisik penderita –> pemeriksaan saraf-saraf otak, sistem motorik, sistem sensorik, analisis bagian-bagian yang sakit sakit dari saraf otak tersebut, batang otak (brain stem), serebelum, medula spinalis, dan saraf-saraf perifer.

Keadaan Umum —> amati bentuk badan, paras muka (kesakitan?), sikap, posisi duduk, posisi berdiri, gaya berjalan, kelumpuhan, gangguan gerakan lainnya, kesadaran, orientasi, dsb

Kulit

perubahan kulit pada kelainan neurologis, ex : Akromegali –> kulit kering dan kasar. sindroma Cushing –> Striae hiperpigmentasi pada kulit perut dan pantat. Hiperaktivasi saraf simpatis –> kulit basah dan berkeringat banyak, sebaliknya bila Hioaktivasi –> kulit menjadi kering. Van Recklinghausen —> Noduli dan naevi pada kulit. Sturge Weber —> Angioma pada kulit muka. Bourneville Pringle –> Adenoma sebaseum.

Rambut

Penyakit pd daerah pituitari –> perubahan pd rambut dan bulu bulu halus, rambut kepala menjadi lebat dan tebal, bulu ketiak menjadi sedikit dan jarang, perubahan pada rambut kemala. Penderita tumor otak dengan peninggian tekanan intrakranial yang lama juga menimbulkan perubahan2 tersebut karena hipopituitarisme.

Kepala

dalam memeriksa kepala, perhatikan bentuk dan ukurannya, ukuran fontanela (ubun-ubun), keadaan vena (dilatasi vena), benjolan pada kepala, cekungan kepala, pulsasi, dan perubahan abnormal lainnya.

Hidrosefalus pada anak –> ukuran lebih besar dari normal, Macewen Sign ( bila diketuk dengan jari, terdengar seperti kendi yang rengat –> cracket pot resonance)

Mikrosefalus –>kepala lebih kecil dari normal, pertumbuhan otaknya berkurang dari normal, disebabkan suturanya menutup terlalu cepat sehingga terjadi kraniostenosis.

benjolan2 di kepala –> tumor tulang tengkorak, meningioma, dsb

Auskultasi kepala –> aneurisma, malvormasi arterio-venosus, kadang2 terdengar bising atau bruits.

Leher

Bentuk leher abnormal –> leher pendek –> sindroma Klippel Feil, Impresi Basilar, dll

Leher yang kaku (Nuchal Rigidity) –> Meningitis, permulaan Parkinsonisme, Tumor, Impresi Basilar, dan Arnord Chiari Malformation.

Perabaan pada arteri karotis –> sumbatan yg disebabkan penyakit serebrovaskular atau tumor otak.

Perabaan kelenjar tiroid –> tumor tiroid, terutama pada kasus2 yang disangka terdaat tumor pada tengkorak akibat metastasis.

 

Pemeriksaan Fisik Lainnya

pemeriksaan anggota tubuh lainnya (apa ada infeksi, tumor, klainan tertentu) seperti pemeriksaan vertebrae, toraks, abdomen, jantung, pembuluh darah, paru paru (terutama pada usia > 40 tahun sering terjadi kasus tumor otak akibat metastasis dari paru paru).

Pemeriksaan anggota gerak –> penting tahu kebiasaan penderita, apa dia seorang left handed atau bukan, sehingga diketahui hemisfer serebri mana yang dominan.

August 21, 2012

PPOK

by casualH.R.R.

Perubahan patologi yang terjadi pada PPOK ( Penyakit Paru Obstruktif Kronik ) diantaranya adalah :

1. Hiperskresi Mukus

2. Disungsi Silia

3. Terbatasnya Aliran Udara dan Hiperinflasi

4. Pertukaran Udara Yang Abnormal

5. Hipertensi Pulmonal dan Efek Sistemik

Tiga faktor penting yang berpegaruh terhadap output motorik sistem pernapasan adalah :

1. Kemoreseptor

2. Mekanoreseptor

3. Faktor Kortikal

 

August 20, 2012

Snake Bite

by casualH.R.R.

Diagnosis :

Keracunan sistemik

  1. Kelainan hemostatik seperti : perdarahan sistemik spontan (klinis), koagulopati atau trombositopenia (laboratoris).
  2. Tanda neurotoksik : ptosis, opthalmoplegia eksternal, paralisis, dll.
  3. Kelainan kardiovaskular : hipotensi, syok, aritmia kordis (klinis), kelainan EKG.
  4. Gagal ginjal : oliguria/anuria (klinis), peningkatan ureum / kreatinin dalam darah (laboratoris).
  5. Hemoglobin/mioglobin-uria : dark brown urine (klinis), urin dipstik, bukti lain adanya hemolisis intravaskular atau generalised rhabdomyolisis (nyeri otot, hiperkalemia)

Keracunan lokal

  1. Bengkak pada lebih dari separuh anggota tubuh yang digigit ular dalam waktu 48 jam setelah digigit (tanpa dipasang torniket). Bengkak setelah gigitan pada jari.
  2. Bengkak yang terjadi dengan cepat (contohnya : bengkak sudah melampaui pergelangan tangan atau kaki dalam beberapa jam setelah digigit ular pada tangan atau kaki).
  3. Adanya pembesaran limphonodi disekitar anggota tubuh yang digigit ular.

Terapi :

  1. SABU (kemasan vial 5 ml)à diberikan secepatnya bila ada tanda sistemik/lokal. Anti bisa ular akan menetralkan efek bisa ular walaupun gigitan ular sudah terjadi beberapa hari atau pada kasus kelainan hemostatik, anti bisa ular masih dapat diberikan walaupun sudah terjadi lebih dari 2 minggu. Ingat rx hipersensitifitas dlm 5 hari krn mengandung antigen (KIE)
    1. a.      Anafilaksis :

                                                              i.      Epineprin (adrenalin) IM (lateral paha atas) à dosis awal 0,5mg (dewasa) dan 0,01mg/kgBB (anak). Adrenalin harus segera diberikan setelah muncul gejala, dapat diulang setiap 5-10 menit jika kondisi tidak membaik.

  1. Luka dicuci untuk menghilangkan bisa ular yang belum teradsorpsi.
  2. Insisi atau eksisi luka tidak dianjurkan, kecuali apabila gigitan ular baru terjadi beberapa menit sebelumnya. (Insisi luka yang dilakukan dalam keadaan tergesa-gesa atau dilakukan  oleh orang yang tidak berpengalaman, justru sering merusak jaringan di bawah kulit dan akan meninggalkan parut luka yang cukup besar).
  3. Anggota badan yang digigit secepatnya diikat à Hambat penyebaran racun.
  4. Imobilisasi anggota badan yang digigit dengan cara memasang bidai à Gerakan otot dapat mempercepat penyebaran racun.
  5. Bila mungkin anggota badan yang digigit didinginkan dengan es batu.
  6. Penderita dilarang bergerak dan apabila perlu dapat diberi analgetika atau sedativa.
August 20, 2012

HONK (Hiperosmolar non ketotik)

by casualH.R.R.

HONK

Prinsip Penanganan =

Koreksi

  1. 1.       Fluid loss
  2. 2.       Hiperglikemia
  3. 3.       Elektrolit, hipoK
  4. 4.       Infeksi

 

  1. Resusitasi Cairan dengan NaCl 0.9% atau Asering
  • 2 L /jam à 80 tts/menit selama 8 jam à 50 tts/menit selama 16 jam (dianggap 10% loss cairan tubuh, atau 100 ml/kgBB setengah dlm 6 jam pertama setengahnya lagi dlm 16 jam selanjutnya)

 

 

 Calculated serum osmolarity (mOsm/L) = 2[Na+ + K+ ] + gluc/18 + BUN/2.8

Jika osmolaritas > 330, beri cairan hipotonis à ½ NS

Ketika GDA telah mencapai < 180 mg/dL maka ganti PZ dengan D5-10% – ½ NS

 

  1. Insulinà 24 jam x 4 IU dalam 60 ml PZ à kecepatan 15 ml/jam (6U/jam) à sampai GDA < 180 mg/dL, kemudian kecepatan diturunkan menjadi  5-7.5 ml/jam sampai ketoasidosis hilang.
    1. a.       Nb : harus didahului loading cairan dulu, agar tdk berbahaya dan berfungsi optimal, krn saat disuntik sc tdk diserap ok dehidrasi, lebih baik menggunakan syringe pump dengan kecepatan 0.1 U/kg/jam à
    2. b.       GDA jangan terlalu cepat diturunkan agar tidak terjadi rebound ketosis krn regulasi sentral hormonal dan agar tidak terjadi edema otak karena berpindahnya CES ke CIS terlalu cepat.
    3. Kaliumà bila : K > 6, jangan koreksi
      1. K = 4.5 – 6   koreksi dg    10 mEq/jam KCl
      2. K = 3 – 4.5   koreksi dg    20 mEq/jam KCl
        1. a.       Cek lab elektrolit per-jam dan stop infus KCl jika K > 5, tapi tetap cek lab elektrolit u/ cegah rekuren hipokalemia.

 

  1. Antibiotik à Ceftriaxone 2 x 2 gr
January 20, 2012

ATLS kemaren…..

by casualH.R.R.

ATLS…Yay…..
Tiga hari, sungguh melelahkan mengikuti ATLS dalam keadaan hamil 5 bulan, tapi untungnya emang ga sengeri yang dibayangkan, aku pikir tutor-tutirnya bakal nyengit ga ketulungan dan baru ngrliatnya aja dah bikin stres. Untungnya mereka santai and enjoy2 semua, Cuma ada sih yang pas ujian jadi bertransformasi jadi “Gggrrrr” hehehe. Tapi overall, emang berguna banget ngikutin tuh pelatian, jadi menambah kepercayaan diri dalam menangani pasien trauma.
Aku uda baca di blog temen temen yang laennya soal ATLS dan kebanyakan sama sih, maksudnya ngomongnya soal biayanya yang mahal, capeknya, dan ujian-ujiannya. Jadi aku mo ngomong dikit aja kali ya disini, yah dikit dikit info yang mudah2an berguna gitulah. Sebenarnya ga penting ya lulus apa ga ATLSnya, karna nanti juga dikasi kesempatan lagi buat mengikuti pelatian diperiode depan bagi yang ga lulus, tapi emang sih, jadi malu hahaha, karena biasanya ma temen2 baru diperkenalkan mana2 orang2 yang ga lulus kemaren, tapi ada juga yang enggga sih. Asal kita muka badak aja kan, yang penting kan ntar didepan pasien ga salah, tapi insya Allah bisa lulus semua kok, karena kalopun ujian ga lulus ada renmedial lagi, tapi yang nilainya diatas 35. Kalo dibawah 35 ya langsung cek nama di periode depan.
Jadi hari pertama itu kita ngumpulin pretest yang 40 soal pilihan ganda dalam bahasa inggris sambil absen, terus masuk ruangan kelas, kemaren kami dibagi menjadi 2 kelas, tiap kelas rata2 ada 40 orang kali ya, kuliah pertama adalah initial assesment. Semua bahan kuliah sebaiknya udah dibaca dulu ya dirumah, soalnya disela sela penjelasan materi ada aja pembimbing yang tiba2 liat papan nama kita dan happ….kita dimakan mentah2 kalo ga bisa jawab pertanyaanya, paling sebel kalo uda tanya “almamater mana dek?” malu maluin khan?? Hehe, apalagi pas mlongo atau ngelamunin apa gitu…..contohnya aja pas ada tutor yang menjelaskan soal trauma pada wanita hamil, tentang his yang kenceng kalo pasiennya trauma, dia tanya, siapa diantara kalian disini yang udah hamil?? Spontan dunk aku angkat tangan, trus dia nanya : gmana rasanya kalo mau melahirkan, kenceng pasti kan? Itu yg juga dirasakan pas wanita hamil trauma, uda pernah kan?” eh karena aku ngelamun dengan begonya keceplosan “belum nikah dok!!” Haaaaa???? Spontan semua orang ketawa. Maksud hati mau bilang belum pernah ngelahirin geto, eh malah ngomongnya belom nikah, malu dah>_<
Pas hari pertama bab initial assesment itu tutor akan memperlihatkan kita simulasi saat kita sedang ada di ugd, simulasi sebagai dokter yang belom ikut ATLS sama yang udah pernah ikut. Eh kok perannya top banget ya, pasiennya juga teriak2, ada yang berperan sebagai keluarga pasien juga yang panik dan marah marah, dan perat dokter pra ikut ATLS juga mantap, sama kayak kita2 di ugd yang belepotan urus pasiennya, sibuk njait dan njait tapi ga tau apa yang paling prioritas, yang paling menggelikan pas disitu ceritanya pasiennya datang dalam keadaan luka dikepala, wajah, toraks sama panggul, yah dari luar sih Cuma beret beret aja, bisa ngomong dan mengeluh adu sakit dok sakit dok, trus dokternya bilang waaah ada luka di kepala!! Di dada juga, (lupa ga pake proteksi diri yang lengkap, Cuma handscoen aja) trus ga ngapa ngapain, Cuma suruh pasang oksigen dan injek analgetik, sibuk nanya sama keluarga pasien gmana kejadiannya, padahal pasiennya uda mo abis napasnya, eh, tiba2 pasiennya uda ga ngomong, diam gitu alias ga sadar, trus keluarganya tanya, dok gimana ini dok kok jadi diam?? Apa jawab dokternya, “ ooo, setidaknya sekarang udah agak tenang” (asli lucu abis wkwkwk)….”sekarang pindah aja di icu, udah tenang kok”…..(haha, ini juga bikin ngakak). Setelah disimulasikan kayak gitu kita jadi mikir2, iya ya, slama ini kita emang goblok tapi ga nyadar ma gobloknya. Habis itu dokter kembali menyimulasikan dokter di ugd setelah ikut ATLS, mantap, tentunya dengan urutan ABCDE nya, dan sikap yang lebih lege artis tentu (ga usah dijelasin disini ya, mo panjang soalnya hehe)
Setelah beberapa materi disampaikan, jam 9 ada break, dilanjutkan materi lagi lalu jam 12 siang makan siang ma solat, abis itu materi lagi dan jam 3 atau 4 an gitu ada break lagi tapi waktu buat solat sempit banget, terus materi (biasa diisi clinical skill, ada yang dapet giliran sama boneka dan ada kelompok yg ma kambing, tapi semuanya dapet giliran kok, satu kambing buat 4 orang) sampe jam 8 sore, hari pertama semua wajib ikut dinner course, makan malam gitu lah, tapi ga lama kok karena kemaren Cuma makan aja langsung pulang, sekitar jam setengah 7 malem bisa pulang.
Hari kedua ya sama aja ma hari pertama, materi dan clinical skill, aku ada sih jadwalnya, males mbahasnya disini, toh kan kita dianggap uda belajar semua materi di buku ATLS itu kan, eitss…….:)
Tapi emang bener, uda ga ada waktu lagi buat belajar, pulang udah capeknya minta ampun, besoknya uda mo ujian, bener bener harus belajar dulu sebelum ngikut pelatihan ya guys…..
Hari ketiga, yang paling mendebarkan, pagi ujian tulis, siang ujian skill. Tapi pengumuman lulus engganya yang ujian tulis itu diumumkan habis ujian skill dan makan siang. Pas ujian skill tiap kelompok sama satu penguji (satu kelompokku kemaren ada 4 orang), satu ruangan dan ga langsung masuk sekaligus tapi satu2, kalo dari awal uda salah ya keluar dulu bisanya, diganti ma peserta lain (disuruh belajar diluar). Pas ujian kita emang harus siap dengan urutan urutan initial assesment, jangan lupa buat proteksi diri sesudah alat2 disiapkan dan sebelum pegang pasien, soalnya kemaren ada yang dapet teriakan keluar kamu!! Setelah dia lupa ga proteksi diri, langsung ke airway. Trus jangan lupa kuasai skill kayak pasang chest tube, krikotiroidotomi, dan lain2. Kemaren tu aku dapet pasien ujiannya tu pasien luka tembak di leher, dada, dengan penurunan kesadaran dan syok. Tiap kelompok pasiennya beda2. Ujian tulisnya kemaren tuh dari satu kelas yang lulus dengan nilai 80 an Cuma 7 orang, laennya mungkin yg masih nyerempet2 ato nyangkut ga lulus deh, tapi ada kok remedial, soalnya 40 juga, bahasa inggris juga, tapi beda, disitu boleh openbook (tapi kelamaan, waktu Cuma satu jam, kecuali yg uda spesialis ngerpek mungkin itu sangat membantu), ujung ujungnya lulus semua kok ujian tulisnya…..
Akhirnya dibagikan juga sertifikat ATLSnya, ujian praktikumku lumayan lancar, Cuma aku ikut remedial satu kali di ujian tulis, ga masalah, banyak temen haha…..yang penting uda banyak ilmu yang udah didapet disini, ga nyesel deh ikutan, sebanding ma harganya yang mahal (asal sebelum ikut habisin dulu semua buku ATLS itu okey), sertifikatnya itu bertaraf international loh.

May 15, 2011

Dosis Paracetamol dan Ibuprofen untuk Pediatri

by casualH.R.R.

May 9, 2011

Alilestrenol

by casualH.R.R.


Allylestrenol tersedia sebagai tablet 5 mg.
Nama dagang :
Premaston; Gestanin; Gestanol; Gestanon; Gestormone; Orageston; Organon; Perselin; Turinal

Alilestrenol adalah sebuah steroid sintetik dengan aktivitas progestational. Aliliestrenol merupakan progesteron oral yang aman dan efektif dan telah banyak digunakan untuk kehamilan, khususnya pada wanita dengan ancaman abortus, abortus habitualis, terancam persalinan prematur. Pada pria juga telah diteliti sebagai pengobatan untuk benign prostatic hyperplasia (BPH) dengan hasil yang menggembirakan. Alilestrenol meningkatkan kadar hormon plasenta (estrogen, progesteron, hCG dan HPL/Human Placental Lactogen), sehingga dapat memelihara lapisan trofoblas pada plasenta sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya abortus (umumnya terjadi karena menurunnya kadar hormon-hormon plasenta tersebut terutama hormon progesteron).
Sebenarnya alilestrenol sudah tidak tersedia di Amerika Serikat, Inggris, atau Kanada, tetapi sebagai tahun 2009, masih digunakan di Rusia, India, dan sebagian besar Asia Tenggara.

Pembatasan penggunaan pada :
Penyakit ginjal, gagal jantung kronis, gangguan toleransi glukosa.

Kontraindikasi

Menyusui, Hipersensitivitas, Kelainan hati, kelainan sirkulasi vaskular, AIDS, emboli serebral, tumor payudara dan kelenjar kelamin, toxaemia atau herpes.

Efek Samping :
Diare, galaktorea, tromboembolia, jerawat, peningkatan indeks massa tubuh, sakit kuning, hipertermia, insomnia atau mengantuk, depresi.

Hati hati :
Pada penderita diabetes melitus

Dosisnya :
Ketika terancam abortus/keguguran, dosisnya adalah 5 mg tiga kali sehari (tetapi tidak lebih dari 20 mg) diminum selama 5-7 hari, dapat diperpanjang bila perlu, kemudian dosis diturunkan secara bertahap sampai tidak lagi ditemukan tandan dan gejala terancam abortus. untuk abortus habitualis, 1-2 x satu tablet selama minimal sebulan sampai membaik. ancaman persalinan prematur, diberikan maksimal 40 mg/hari.

May 1, 2011

Pengobatan Osteoartritis, Kapan bisa tuntas??

by casualH.R.R.

seperti yang telah diketahui bahwa osteoartritis (OA) adalah suatu penyakit degeneratif dimana terjadi degenerasi tulang rawan sendi dimana yang secara normal permukaannya halus menjadi kasar dan membentuk osteofit (duri) sehingga bila kedua permukaan tulang bertemu dan bergesek dapat terjadi inflamasi dan menyebabkan perasaan nyeri, ngilu, kaku, panas, dan kadang membengkak. normalnya tulang rawan sendi terdiri atas beberapa komponen seperti : 95% air dan matriks ekstrasel, 5% sel kondrosit. semuanya itu berfungsi sebagai shock breaker atau penyangga sehingga saat sendi2 kita gerakkan tidak akan terasa sakit.
Osteoartritis (disebut juga osteartrosis) adalah penyakit degeneratif sehingga semakin lama akan semakin buruk sejalan dengan usia (biasanya menyerang usia2 emas).

Perbandingan tulang rawan sendi normal dan OA


pengobatan dari penyakit ini bertujuan untuk meringankan gejala, mengurangi proses inflamasi (heberden’s and borchards nodes) yang terjadi, memperbaiki struktur sendi, dan memperbaiki aktivitas fisik. selama ini untuk menghilangkan gejala dengan menggunakan obat AINS dan atau kortison untuk menekan rasa sakit dan peradangannya. ada juga dengan menggunakan suplemen visco, kondroitin atau glukosamin/glucosaminehydrochloride baik dalam bentuk gel atau intraartrikular untuk memberikan nutrisi pada tulang rawan sendi, baik glukosamin maupun kondroitin berfungsi untuk merangsang pertumbuhan tulang dan menghambat kerusakan tulang rawan, namun peneliti dari University of Pittsburgh School of Medicine menyebutkan bahwa glukosamin tidak efektif untuk menangani OA, bisa juga dengan injeksi hyaluronic acid, yang lainnya berupa fisioterapi untuk memperbaiki kualitas hidup, dan pencegahan lain seperti mengurangi berat badan, olahraga dan mengurangi aktivitas yang dapat memperburuk penyakit seperti mengangkat beban berat. belum diketahui cara menangani penyakit ini sampai tuntas. Pada beberapa literatur telah ditemukan ekstrak tanaman Rosa canina yang dapat meredakan gejala-gejala osteoarthritis. Galaktolipid (GOPO) yang terkandung di dalam ekstrak Rosa canina terbukti menghambat migrasi sel darah putih ke dalam sendi, sehingga dapat mengurangi terjadinya proses peradangan dan kerusakan sendi. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukukan, penggunaan jangka panjang ekstrak Rosa canina terbukti mampu mengurangi keluhan nyeri dan memperbaiki kualitas hidup pasien OA. namun tanaman ini cuma kebanyakan ada di eropa dan sepertinya belum dipasarkan di negara kita.

rosa canina, harapan baru untuk terapi Osteoartritis


Sulit untuk menjawab pengobatan osteoartritis kapan bisa tuntas?? Karna dibutuhkan banyak penelitian lebih lanjut agar mimpi kita dapat terwujud untuk melewati masa masa tua dengan tenang dan tidak sakit sana sini, karena tidak semua penderita OA bisa menjalani terapi pergantian sendi, atau sel terapi dan stem sel karena terbentur biaya :-)

May 1, 2011

Masase karotis pada TSV

by casualH.R.R.

pada beberapa literatur menyebutkan bahwa penanganan pertama penderita dengan takikardi supraventrikular (TSV) adalah dengan melakukan masase karotis setelah kemudian bila tidak berhasil dilakukan injeksi adenosin intraventrikular. dan pada literatur lain menyebutkan bahwa masase karotis pada TSV bisa membuat penurunan heart rate secara signifikan (hingga saya pernah membaca contoh kasusnya bahwa dari SVT yang penderitanya udah pingsan akhirnya hanya dengan masase karotis langsung sadar kembali, wew…)
SVT (Supraventrikular Takikardi, atau Paroxysmal supraventricular (atrial) tachycardia) adalah detak jantung teratur, cepat (160 sampai 220 denyut per menit) yang mulai dan berakhir tiba-tiba dan berasal dari jaringan jantung lainnya dibandingkan di dalam bilik jantung.kemungkinan dipicu oleh denyut jantung yang prematur yang secara berulang mengaktifkan jantung dengan denyut keras. terdapat dua jalur elektrik pada batang atrioventricular (sebuah arithmia disebut atrioventricular nodal reentrant supraventricular tachycardia).
hal ini terjadi pada penderita yang kebetulan juga mengalami SVT di ruangan, dia menderita bronkitis kronis dan suspek KP, pada malam itu dia menatakan kepada perawat bahwa dadanya terasa sangat berdebar2 sehingga dari kepala hingga kaki dia merasa gemetaran dan ingin pingsan. dia sangat cemas luar biasa, setelah itu, maka langsung pasang oksigen dan diputuskan untuk mengecek kadar gula darahnya dan juga EKG, setelah hasilnya keluar, gula darah acaknya 160 an, ekg nya menunjukan gambaran SVT (takikardi irama sinus dengan kompleks QRS sempit dan gelombang P tersembunyi).

masase karotis segera dilakukan dengan cara pemijatan di salah satu arteri karotis selama 10 menit dengan maksud untuk merangsang sistem parasimpatis sehingga dapat memperlambat denyut jantung. tiap 5 menit dilanjutkan lagi masase karotis sisi yang berlainan. sebelum dilakukan masase heart ratenya adalah 160, setelah dilakukan masase 10 menit pertama menjadi 120 (HR berkurang), dan karena tidak tersedia adenosin maka tetap dilakukan masase, namun nadi tetap saja 120, namun penderita sudah merasa lebih baik, setelah satu jam kemudian saya mengecek lagi ternyata si istri (yang saya berikan tugas untuk masase) sudah tertidur sedangkan penderita sudah bisa tenang, saya raba nadinya dan berkurang menjadi 110 (dan setengah jam kemudian sudah ingin tidur).

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.